Nadin Amizah Rilis Laika, Yang Ditinggalkan, Sebut Jadi Album Terbaik Sepanjang Karier

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 10:30 WIB
Nadin Amizah rilis album Laika, Yang Ditinggalkan. (instagram.com/ Nadin Amizah)
Nadin Amizah rilis album Laika, Yang Ditinggalkan. (instagram.com/ Nadin Amizah)

RADARTUBAN - Penyanyi dan penulis lagu Nadin Amizah resmi merilis album terbarunya bertajuk Laika, Yang Ditinggalkan pada 28 Agustus. 

Karya yang memuat 11 lagu ini tidak hanya menjadi penanda babak baru dalam perjalanan musikalnya, tetapi juga secara tegas diakui Nadin sebagai album terbaik yang pernah dia ciptakan sepanjang kariernya.

Album terbaru ini mengusung tema besar seputar kerinduan, kehilangan, serta pencarian mendalam akan makna sebuah "rumah". 

Lewat penulisan lirik yang puitis dan aransemen musik yang emosional, Nadin berhasil merajut narasi personal yang menyentuh ranah universal para pendengarnya.

Baca Juga: Nadin Amizah Restui Lagu Rayuan Perempuan Gila Jadi Soundtrack Film Pangku Garapan Reza Rahardian

Bagi Nadin pribadi, proses pengerjaan album ini memiliki nilai sentimental dan spiritual yang sangat tinggi. 

Dia mengungkapkan bahwa setiap trek dirancang dengan kejujuran tanpa beban eksplorasi yang berlebihan, sehingga menghasilkan karya yang paling utuh dan matang.

“Ini salah satu album terbaikku, menurutku. Entah bagaimana perjalanan album ini nantinya, entah dia akan membawaku kemana, aku tau aku cinta sekali dengan album ini,” tulis Nadin dalam unggahannya di media sosial.

Makna dan Eksplorasi Tema Kerinduan

Kehadiran 11 lagu dalam album Laika, Yang Ditinggalkan menghadirkan dinamika nada yang beragam, namun tetap terikat dalam benang merah emosional yang kuat. 

Tema kerinduan yang diangkat tidak hanya berkisah tentang hubungan antarmanusia, melainkan juga kerinduan pada ketenangan dan ingatan masa lalu.

Nama "Laika" sendiri dipilih bukan tanpa alasan. 

Karakter tersebut menjadi simbol keterasingan dan pengorbanan, sebuah metafora bagi siapa saja yang pernah merasa ditinggalkan atau berjuang menemukan tempat untuk kembali.

Eksplorasi musikal dalam album ini memperlihatkan pendewasaan vokal Nadin yang kian kokoh. 

Balutan instrumen akustik yang dipadukan dengan sentuhan orkestrasi minimalis semakin mempertegas karakter magis khas Nadin Amizah. 

Pendengar diajak untuk menyusuri jejak emosi dari trek pertama hingga lagu penutup yang menyajikan kepasrahan sekaligus kedamaian. 

Sentuhan aransemen yang teratur membuat tiap komposisi terdengar lapang dan tidak membebani indra pendengaran.

Sejak diluncurkan pada akhir Agustus, lagu-lagu di dalam album ini langsung menghiasi berbagai tangga lagu platform streaming digital. 

Sambutan positif ini mempertegas posisi Nadin Amizah sebagai salah satu solois wanita paling berpengaruh di industri musik Indonesia saat ini.

Dengan hadirnya Laika, Yang Ditinggalkan, Nadin berharap karyanya dapat menjadi penawar rindu dan ruang aman bagi siapa pun yang sedang merasa kehilangan arah atau merindukan jalan pulang. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
laika yang ditinggalkan nadin Nadin Amizah