RADAR TUBAN - Kota Yakutsk yang berstatus sebagai Ibu Kota Republik Saka di Rusia memegang predikat sebagai kota terdingin di dunia.
Terletak di kawasan timur Siberia, wilayah ini pernah mencatatkan rekor suhu ekstrem yang sangat menusuk tulang, yakni mencapai minus 71 derajat Celsius.
Kendati berada di lingkungan dengan kondisi alam yang mematikan, Yakutsk dihuni oleh sekitar 350.000 penduduk.
Populasi kota ini terdiri dari gabungan masyarakat beretnis Rusia serta suku asli Saka yang hidup berdampingan secara harmonis.
Dikutip dari laporan penelusuran kanal YouTube OS Indonesian saat mengunjungi kota tersebut pada awal tahun baru, perjalanan menuju Yakutsk harus melewati akses jalan yang sangat menantang dan membahayakan nyawa.
Baca Juga: Potret Kelam Port-au-Prince, Kota Paling Berbahaya di Dunia yang Dikuasai Aliansi Geng Bersenjata
Rahasia Bertahan Hidup dari Asupan Lemak Tinggi dan 10 Lapis Pakaian
Guna bertahan hidup di tengah kepungan es, pola makan warga setempat diatur secara khusus sejak pagi hari. Sarapan harian penduduk Yakutsk didominasi oleh asupan tinggi lemak seperti pancake berlemak, keju, telur, dan selai.
Asupan lemak tinggi menjadi kebutuhan vital yang wajib dipenuhi setiap hari karena karbohidrat saja tidak cukup untuk memproduksi energi dalam menjaga suhu internal tetap hangat.
Selain kebutuhan nutrisi, proteksi fisik saat berada di luar ruangan dilakukan dengan sangat ketat. Warga harus melapisi tubuh mereka dengan pakaian dalam termal, kaus kaki termal, pakaian wol tebal, hingga overall.
Rata-rata warga melapis tubuh mereka setidaknya dengan 10 tingkatan pakaian setiap kali hendak keluar rumah. Kaum wanita setempat umumnya lebih memilih memakai mantel dari bulu hewan asli karena memiliki daya isolasi udara alami yang jauh lebih baik dibanding bahan sintetis.
Tantangan lain yang dihadapi warga adalah jarak pandang yang sangat terbatas akibat tertutup salju dan kabut es tebal. Pada kondisi tertentu, objek dalam jarak 20 meter bahkan sudah tidak terlihat sama sekali.
Jalanan yang membeku tanpa marka jelas, kabel listrik yang diselimuti es, hingga wajah warga yang sulit dijumpai membuat aktivitas mengemudi menjadi sangat berbahaya. Akibatnya, mayoritas penduduk memilih memakai moda transportasi bus umum.
Apabila suhu udara terus merosot hingga melewati minus 50 derajat Celsius, pemerintah setempat akan meliburkan seluruh aktivitas sekolah.
Uniknya, momen libur ini kerap dimanfaatkan anak-anak setempat untuk bermain di taman es.
Strategi Otomotif dan Arsitektur Khusus di Atas Tanah Beku Abadi
Sektor transportasi darat memerlukan perawatan ekstra keras di kota ini. Asap knalpot yang hangat saat bertemu dengan udara luar yang ekstrem akan langsung membentuk kabut es tebal di permukaan jalan.
Para pemilik kendaraan roda empat wajib membiarkan mesin mobil mereka menyala nonstop selama 24 jam atau membungkus seluruh badan kendaraan dengan kain termal tebal agar cairan oli tidak mengental dan merusak komponen mesin.
Infrastruktur dan arsitektur bangunan di Yakutsk dirancang khusus menyesuaikan iklim lokal. Seluruh gedung wajib dibangun di atas tiang-tiang beton yang menancap jauh ke dalam tanah untuk menghindari kontak langsung dengan permafrost (lapisan tanah beku abadi).
Konstruksi ini bertujuan mencegah suhu panas dari dalam ruangan mencairkan lapisan tanah beku di bawahnya yang bisa mengakibatkan fondasi bangunan amblas. Demi alasan keamanan yang sama, jalur pipa gas dan kabel listrik sengaja dipasang melayang di atas permukaan tanah.
Balkon Jadi Lemari Es dan Kuliner Unik Daging Beku Stroganina
Kondisi alam yang membeku membuat warga tidak lagi membutuhkan perangkat lemari es atau freezer. Bahan makanan dan persediaan daging cukup digantung di luar jendela rumah atau area balkon.
Namun, warga dituntut sangat berhati-hati terhadap material berbahan logam. Menyentuh benda logam dengan kulit terbuka atau memakai kacamata berbingkai besi dapat berakibat fatal, karena logam dingin bisa seketika menempel erat dan merobek kulit saat dilepaskan.
Di sektor pangan, aktivitas pertanian sama sekali tidak dapat berkembang di atas tanah beku Yakutsk. Kebutuhan gizi masyarakat sepenuhnya bergantung pada pasokan daging kuda dan ikan.
Masyarakat setempat memiliki tradisi kuliner unik bernama stroganina, yaitu kebiasaan mengonsumsi irisan ikan atau daging kuda mentah dalam kondisi membeku, yang disajikan bersama cocolan garam dan merica.
Meski berdampingan dengan ancaman cuaca paling ekstrem di bumi, masyarakat Yakutsk membuktikan kelangsungan hidup mereka melalui ketahanan fisik, adaptasi teknologi, serta keharmonisan dengan alam tempat mereka bernaung. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari