Setelah 35 Tahun! Ini Alasan Doraemon Tak Lagi Tayang Minggu Pagi

Puput Dwi Indrawati • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 15:04 WIB
Potret animasi legendaris asal Jepang, Doraemon yang menemani keluarga Indonesia selama 35 tahun ini. (youtube.com/RCTI)
Potret animasi legendaris asal Jepang, Doraemon yang menemani keluarga Indonesia selama 35 tahun ini. (youtube.com/RCTI)

RADARTUBAN - Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air, di mana serial anime legendaris asal Jepang, Doraemon, dikabarkan resmi menghentikan siarannya di stasiun televisi swasta setelah kurang lebih 35 tahun menemani anak-anak Indonesia setiap Minggu pagi. 

Penghentian tayangan mendadak ini memicu spekulasi hangat publik terkait penyebab utama hilangnya robot kucing ikonik tersebut dari layar kaca.

Keabsenan robot kucing dari masa depan ini meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi jutaan penggemar lintas generasi yang tumbuh bersama kisah petualangan Nobita dan kawan-kawan.

Baca Juga: Ramai Tontonan Berbahaya Anak, Berikut 7 Rekomendasi Kartun Edukatif yang Ramah Ditonton

Hilang dari Jadwal Siaran

Kabar ini makin kencang bertiup setelah para penonton setia menyadari bahwa Doraemon tak lagi menghiasi jadwal tayangan resmi salah satu stasiun TV swasta sejak awal Januari lalu. 

Berdasarkan informasi yang dilansir dari kanal YouTube Nonton Lagi Channel 2102, siaran terakhir Doraemon yang tercatat secara resmi di stasiun TV tersebut mengudara pada tanggal 28 Desember 2025. 

Penayangan tersebut seolah menjadi penutup tirai dari kenangan panjang perjalanan Doraemon di layar kaca.

Tergerus Rating dan Drama FTV

Ditinjau dari dinamika industri penyiaran nasional, keputusan penghentian program televisi umumnya didasari oleh performa komersial dan respons pemirsa. Ada beberapa pemicu utama yang diduga menjadi penyebabnya. 

Pertama,  faktor perolehan rating dan persaingan ketat antar-stasiun TV. Di penghujung tahun 2025, angka penonton Doraemon tercatat kalah saing dengan program FTV drama rumah tangga di stasiun TV kompetitor. 

Penurunan tren penonton ini diduga membuat pihak stasiun TV harus merombak ulang strategi jam tayang mereka demi mempertahankan performa komersial stasiun penyiaran.

Rumor Perpindahan Hak Siar

Selain pergeseran selera penonton dan ketatnya persaingan program di slot Minggu pagi, isu kepemilikan lisensi juga disinyalir menjadi faktor kunci.

Kemudian beredar pula rumor terkait perpindahan hak siar. 

Dikutip dari video yang sama, muncul desas-desus bahwa lisensi penayangan Doraemon kini telah berpindah tangan ke stasiun televisi lain. 

Kendati demikian, kabar perpindahan lisensi ini masih sebatas rumor dan belum dikonfirmasi secara resmi, lantaran masih menunggu proses dubbing untuk episode-episode terbaru.

Perjalanan Panjang Sejak Era 1970-an

Penghentian tayangan ini menandai berakhirnya sebuah era panjang dalam sejarah televisi Indonesia. 

Jika menilik sejarahnya, Doraemon sebenarnya pertama kali menghiasi layar tv di Indonesia melalui stasiun TV independen yang dimiliki negara pada tahun 1979. 

Namun, kala itu kepopulerannya belum begitu meroket karena masih menggunakan teks terjemahan atau subtitle dan hanya satu orang pengisi suara saja (voiceover). Sehingga, kurang menjangkau untuk anak-anak. 

Era keemasan Doraemon baru benar-benar dimulai saat stasiun TV swasta mengambil alih hak siar pada 9 Desember 1990. 

Langkah ini diikuti dengan menghadirkan sistem sulih suara (dubbing) penuh untuk setiap karakter, yang akhirnya berhasil membekas manis di hati jutaan penonton.

Ikon Nostalgia Generasi

Kehadiran Doraemon selama lebih dari tiga dekade tidak sekadar menjadi hiburan akhir pekan, melainkan telah menjadi bagian dari budaya populer dan kenangan kolektif masyarakat Indonesia. 

Meski masa depannya di layar televisi tanah air masih menjadi tanda tanya besar, Doraemon dipastikan akan tetap memegang tempat spesial di hati masyarakat Indonesia sebagai simbol nostalgia masa kecil yang tak tergantikan. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
anime legendaris jepang doraemon tak lagi tayang robot kucing ikonik doraemon