Kontroversi MV Fallen Angel Jennie BLACKPINK, Murni Seni atau Satanisme?

Nadia Aulia • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 11:02 WIB
Jennie bersama sosok anak kecil di tengah latar penuh ranting dan kobaran api. Adegan ini menjadi salah satu visual yang turut mendapat sorotan. (Pinterest)
Jennie bersama sosok anak kecil di tengah latar penuh ranting dan kobaran api. Adegan ini menjadi salah satu visual yang turut mendapat sorotan. (Pinterest)

RADARTUBAN – Video klip atau musik video (MV) terbaru milik Jennie BLACKPINK yang berjudul “Fallen Angel” tengah memicu kontroversi hangat di media sosial sejak dirilis pada 28 Agustus 2026. 

Karya visual tersebut menuai sorotan tajam netizen karena memuat sejumlah elemen yang dinilai mirip dengan simbol-simbol keagamaan, ritual tertentu, hingga praktik satanisme.

Isu ini turut diulas oleh kanal YouTube Kamar JERI. Dalam pembahasannya, Jeri menggarisbawahi adanya perbedaan besar antara persepsi publik dengan klaim para penggemar.

Baca Juga: Gaya Lisa BLACKPINK di Konser Terakhir Tur Hong Kong, Curi perhatian Netizen

“Gak semua orang menafsirkan makna dari video klip Fallen Angel ini seperti tafsiran para fans. Netizen di media sosial masih terus membicarakan mengenai beberapa elemen di dalam video klip tersebut yang justru sangat-sangat jelas mengarah kepada unsur satanisme,” ungkap Jeri.

Metafora Emosional Versi Penggemar vs Simbolisme Dark Netizen

Di satu sisi, para penggemar membela karya video klip tersebut sebagai sebuah ekspresi artistik yang kaya akan metafora emosional. 

Bagi fans, konsep "malaikat jatuh" tidak merujuk pada sosok Lucifer, melainkan simbolisasi atas perjalanan seseorang yang merasa asing, kehilangan arah, serta berjuang menemukan identitas diri.

Simbol visual seperti mawar biru yang membeku ditafsirkan sebagai perasaan terjebak, sementara adegan Jennie dewasa bertemu versi kecilnya melambangkan kedamaian dengan luka masa lalu. 

Narasi emosional pun diperkuat lewat kutipan seperti, “Keserakahan manusia membuat rumah-rumah itu menjadi semakin berat,” serta pesan penguat, “Tapi Nak, pejamkan matamu seperti aku. Kita masih bisa terbang sebebas mungkin.”

Sebaliknya, netizen melihat deretan adegan tersebut dengan sudut pandang yang jauh lebih gelap. 

Visual bangunan berbentuk mata di awal video dikaitkan dengan Eye of Providence, Illuminati, hingga sosok Dajjal.

Kemunculan anak-anak bergaun putih dengan penutup kepala merah sambil memegang lilin dinilai menyerupai busana misdinar dalam ritual tertentu. 

Tak hanya itu, hiasan kepala ranting berduri yang dipakai Jennie disepadankan dengan Mahkota Duri (Crown of Thorns) Yesus Kristus. 

Elemen pendukung seperti nuansa kamar merah membara, kobaran api, hingga angsa hitam kian mematangkan spektrum teori konspirasi tersebut.

Tuduhan Jiplak Poster Hingga Tanggapan Pihak Agensi

Gelombang kritik semakin membesar setelah materi promosi Fallen Angel dituduh meniru visual karya milik Ariana Grande (Supernatural) dan Cherie Amour. 

Perdebatan pun membelah opini publik, termasuk dari kalangan penggemar sendiri. Melalui komentarnya, akun @CintaaaKamuh20 menyebut, meski dirinya merupakan penggemar Jennie, tapi dia tak menampik adanya makna tersembunyi dalam video tersebut.

“Aku fans dengan Jennie, tapi aku akui MV Fallen Angel ini terkesan seperti dibuat ada makna itu sendiri. Tapi ga heran juga sih banyak penyanyi luar menjual jiwa ke Satanic. Btw kita hidup di bumi penuh tanda tanya, jadi ga usah denial sama yang namanya fakta. Bahkan konspirasi itu sendiri ternyata banyak kebenaran nya.”

Meski diterpa beragam tuduhan miring, dugaan keterlibatan Jennie dalam sekte atau praktik satanisme sejauh ini masih sebatas spekulasi liar netizen tanpa bukti konkret. 

Hingga saat ini, baik Jennie maupun agensinya, OA Entertainment, belum memberikan konfirmasi resmi. MV Fallen Angel pun tetap berdiri di antara dua kutub: sebagai eksperimen seni yang multi-interpretasi atau sebuah karya yang menyisakan teka-teki moral bagi publik. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
fallen angel jennie kpop video klip