Mengenal Bulgaria, Negara Termiskin Uni Eropa Penghasil Minyak Mawar Terbesar Dunia

Rosiana Dwi Ramadhani • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 08:41 WIB
Foto ilustrasi sejarah masa lalu wilayah Bulgaria saat berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi. (youtube.com/ TyoJB)
Foto ilustrasi sejarah masa lalu wilayah Bulgaria saat berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi. (youtube.com/ TyoJB)

RADARTUBAN – Republik Bulgaria menyandang status sebagai negara termiskin di kawasan Uni Eropa dengan tingkat kemiskinan yang menyentuh angka 21,7 persen.

Di balik bayang-bayang ketimpangan ekonomi dan isu korupsi sistemik, negara beribu kota Sofia ini ternyata menyimpan kekayaan sejarah dunia dan tradisi lokal yang memukau peradaban modern.

Berdasarkan ulasan mendalam dari kanal YouTube TyoJB, indikator daya beli masyarakat atau PDB per kapita berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) di Bulgaria hanya mampu menembus angka 60 persen dari rata-rata negara anggota Uni Eropa.

Baca Juga: Gua Prohodna di Bulgaria Viral karena Bentuknya Mirip Mata Raksasa yang Menatap Langit

Angka tersebut menempatkan kawasan Eropa Tenggara ini berada di peringkat paling bawah dalam peta kesejahteraan blok Benua Biru.

"Bulgaria bukan negara miskin, namun menjadi negara termiskin di Uni Eropa," jelas narator tayangan tersebut saat membedah potret perekonomian, dinamika sosial, serta tatanan hukum negara tersebut.

Rendahnya capaian ekonomi tersebut sangat dipengaruhi oleh lambatnya proses reformasi birokrasi dan praktik korupsi yang masih mengakar kuat di berbagai tingkatan.

Hingga saat ini, pemerintah setempat terus berjuang keras memperketat transparansi tender publik, menertibkan praktik lobi politik yang tidak sehat, serta membenahi integritas lembaga peradilan agar sejajar dengan standar Uni Eropa.

Jejak Peradaban Aksara dan Kota Tertua

Terlepas dari keterpurukan ekonominya, Bulgaria justru memegang peranan vital dalam perjalanan sejarah dan kebudayaan manusia.

Wilayah ini merupakan tempat kelahiran alfabet Kiril (Cyrillic) yang diciptakan pada abad ke-9 di Sekolah Sastra Preslav.

Sistem aksara legendaris tersebut hingga kini masih aktif digunakan oleh puluhan negara di dunia, termasuk Rusia, Ukraina, dan Serbia.

Negara yang didirikan pada tahun 681 Masehi ini juga tercatat sebagai pemegang nama negara tertua di dunia yang tak pernah berubah sejak awal berdiri.

Ketahanan identitas ini sangat membanggakan mengingat Bulgaria sempat berada di bawah cengkeraman kekuasaan Kekaisaran Ottoman selama lebih dari lima abad.

Tidak hanya itu, di tanah ini pula berdiri Kota Plovdiv, yakni salah satu kota tertua di sejagat raya yang terus-menerus dihuni oleh pemukiman manusia sejak delapan ribu tahun lalu.

Pusat Minyak Mawar Global hingga Pasar Asmara

Pesona keunikan Bulgaria semakin meluas saat menilik sektor industri komoditas alam dan tradisi kemasyarakatannya.

Negara ini memegang predikat sebagai raksasa produsen minyak mawar terbesar di dunia.

Melalui kawasan subur bernama Rose Valley, Bulgaria mampu memasok sekitar 50 persen kebutuhan minyak mawar murni untuk industri parfum global.

Di samping itu, dunia juga berutang pada Bulgaria atas temuan minuman olahan susu atau yogurt (kiselo mlyako).

Kuliner khas ini diproduksi memanfaatkan fermentasi bakteri alami Lactobacillus bulgaricus yang hanya dapat ditemukan secara endemik di wilayah udara setempat.

Sisi unik kebudayaan masyarakatnya juga tampak menonjol di kawasan Stara Zagora.

Di tempat ini, etnis Romani Kalaydzhi masih memegang teguh tradisi Pasar Asmara (Bridal Market).

Tradisi unik yang digelar secara berkala ini menjadi ajang pertemuan dan pencarian jodoh secara formal antar-keluarga besar.

Beragam warisan budaya inilah yang membuat Bulgaria tetap berdiri kokoh sebagai benteng sejarah di Eropa meski masih harus tertatih membenahi perekonomian negerinya. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
minyak mawar negara termiskin uni eropa bulgaria