RADARTUBAN – Republik Kazakhstan kini makin mencuri perhatian wisatawan dunia sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Asia Tengah berkat perpaduan alam spektakuler, arsitektur modern, dan kemudahan akses bagi wisatawan asing.
Negara terluas nomor sembilan di dunia ini tidak hanya menawarkan pemandangan lanskap pegunungan bersalju dan danau biru turkois, tetapi juga memberikan fasilitas bebas visa kunjungan hingga 30 hari khusus bagi warga negara Indonesia.
Baca Juga: Keindahan Gaun Adibusana Iris van Herpen yang Terilhami dari Eksotisme Ubur-Ubur Abadi
"Kazakhstan memiliki pemandangan alam yang begitu menakjubkan," narasi dalam kanal Youtube VanDjen Media yang mengungkap betapa indahnya bentang alam di Kazakhstan.
"Kita bisa melihat pegunungan tinggi tertutup salju, danau berwarna biru, hingga padang rumput yang terbentang sejauh mata memandang. Keindahan inilah yang membuatnya sering dijuluki sebagai Swiss-nya Asia," sambung narasi dalam video tersebut.
Kekayaan Alam dan Daya Tarik Kota Almaty
Selain memiliki pesona wisata yang dijuluki Swiss-nya Asia, negara terkurung daratan ini dikenal sangat kaya sumber daya alam.
Seperti minyak bumi, gas alam, serta menjadi produsen uranium terbesar yang menyumbang 40 persen kebutuhan global.
Kendati kaya raya, biaya hidup di Kazakhstan terbilang ramah kantong dan sejajar dengan Indonesia.
Kota Almaty menjadi magnet utama kunjungan karena posisinya di kaki Pegunungan Tian Shan.
Pusat ekonomi dan budaya yang identik sebagai penghasil buah apel ini menyimpan ragam destinasi populer, mulai dari resor ski Simbulak, Big Almaty Lake, hingga ngarai batu merah Charyn Canyon.
Kemegahan Astana dan Jejak Peradaban Sejarah
Kota Astana sebagai Ibu kota negara juga menyajikan pemandangan kontras melalui deretan arsitektur futuristik.
Kota yang memegang rekor paling sering berganti nama ini dihiasi berbagai landmark megah, seperti Bayterek Tower, pusat perbelanjaan berbentuk tenda raksasa Khan Shatyr, hingga Grand Mosque of Astana.
Jejak sejarah dan fenomena alam unik Kazakhstan juga tersebar di wilayah lain.
Kekayaan peradaban bersejarah terekam di Kota Shymkent dan Turkistan melalui situs Mausoleum Khoja Ahmed Yasawi.
Sedangkan kejutan alam berupa lanskap gersang mirip permukaan planet Mars dapat ditemui di Lembah Bozjyra. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari