Mengapa Gedung di Oman Dilarang Tinggi? Aturan Tata Kota hingga Solusi Panas Ekstrem

Rosiana Dwi Ramadhani • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 16:55 WIB
Foto negara Oman yang menampilkan gedung sederhana. (Pinterest)
Foto negara Oman yang menampilkan gedung sederhana. (Pinterest)

RADARTUBAN — Negara kaya di Timur Tengah, Oman, memilih menerapkan kebijakan tata kota yang sederhana tanpa megahnya gedung pencakar langit.

Kebijakan pembatasan ketinggian bangunan tersebut diambil guna menjaga identitas budaya, menekan suhu panas ekstrem, serta mempertahankan predikat sebagai salah satu negara paling aman di dunia.

Berdasarkan pembahasan kanal YouTube UJEN, ibu kota Oman didominasi bangunan berwarna putih dengan ketinggian terbatas.

Tingkat kriminalitas wilayah ini tergolong sangat rendah, sehingga masyarakat lokal maupun wisatawan merasa nyaman beraktivitas hingga larut malam.

Baca Juga: Mengenal Bulgaria, Negara Termiskin Uni Eropa Penghasil Minyak Mawar Terbesar Dunia

Sektor arsitektur serta tata kota di Oman diatur sangat ketat oleh pemerintah setempat.

Aturan resmi menetapkan tidak ada bangunan yang boleh melebihi ketinggian menara utama Masjid Agung Sultan Qaboos di Muskat setinggi 90 meter.

Sebagian besar gedung komersial maupun permukiman warga dibatasi maksimal 5 hingga 7 lantai.

Domasi warna cat putih pada dinding bangunan berfungsi memantulkan sinar matahari guna meredam suhu panas yang kerap melampaui 40 derajat Celsius saat musim panas.

"Di saat negara lain membangun gedung pencakar langit, justru Oman lebih fokus untuk menampilkan gedung sederhana," ungkap narator kanal YouTube UJEN.

Luas Wilayah, Kekayaan Ekonomi dari Sektor Migas

Negara berpendapatan domestik bruto (PDB) per kapita mencapai 21.645 Dolar AS ini berada di posisi ke-74 sebagai negara terkaya di dunia.

Berada di kawasan Jazirah Arab seluas 309 ribu kilometer persegi, Oman berbatasan langsung dengan Arab Saudi, Yaman, Uni Emirat Arab.

Sumber kekayaan utamanya berasal dari ekspor minyak bumi, gas alam, hasil tambang bernilai tinggi seperti tembaga, kromit, marmer berkualitas tinggi.

Komoditas legendaris lain berupa kemenyan (frankincense) dari getah pohon Boswellia sacra yang dimanfaatkan sebagai bahan dupa, minyak wangi mewah, hingga obat tradisional.

Toleransi Mazhab Ibadi, Keamanan Kaum Wanita

Dihuni sekitar 5,6 juta jiwa, Oman dikenal ramah, aman bagi kaum wanita, menjunjung tinggi toleransi beragama.

Mayoritas penduduknya menganut agama Islam mazhab Ibadi, aliran moderat yang menekankan kedamaian.

Melalui pengelolaan sumber daya yang terukur, komitmen menjaga kebersihan lingkungan, Oman membuktikan kemewahan suatu negara tidak selalu harus dipamerkan lewat tingginya gedung pencakar langit. (*)

 

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
negara kaya pembatasan ketinggian bangunan arab timur tengah oman