Kemegahan Tembok Besar Cina dari Masa ke Masa, Benteng Raksasa 21 Ribu KM yang Terancam Lenyap

Rosiana Dwi Ramadhani • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 11:26 WIB
Potret megahnya tembok Cina yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia. (Pinterest.com)
Potret megahnya tembok Cina yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia. (Pinterest.com)

RADARTUBAN — Tembok Besar Cina merupakan struktur buatan manusia paling megah dan monumental dalam sejarah.

Kompleks benteng raksasa sepanjang 21.196 kilometer ini membentang dari pantai timur di Shanhaiguan, Laut Bohai, hingga berakhir di Jiayuguan, Provinsi Gansu.

Secara keseluruhan, struktur Wanli Changcheng (Tembok Panjang 10 ribu Li) ini bukan sekadar dinding tunggal.

Bangunan pertahanan ini terdiri dari rangkaian dinding utama, lintasan kuda, menara pengawas, tempat perlindungan, hingga benteng militer di titik strategis.

Baca Juga: Wayang sebagai Aset yang Diakui UNESCO Terancam Redup di Tengah Menurunnya Minat Generasi Muda

Gerbang utamanya difungsikan untuk mengontrol lalu lintas warga serta pemungutan pajak perdagangan di Jalur Sutra.

Sementara itu, menara pengawas dimanfaatkan prajurit untuk memancarkan sinyal peringatan berupa asap atau api saat ancaman musuh mendekat.

"Tembok Besar Cina bukan hanya tembok tunggal, melainkan rangkaian tembok, benteng, dan menara pengawas yang dibangun di berbagai periode," sebut narasi dalam kanal youtube Invoiceindonesia.

Pembangunan 2 ribu Tahun Lintasi Berbagai Dinasti 

Pembangunannya berlangsung bertahap selama hampir 2.000 tahun, mulai abad ke-3 Sebelum Masehi (SM) hingga abad ke-17 Masehi.

Tujuan utamanya adalah melindungi wilayah kekaisaran dari invasi suku nomaden utara seperti Xiongnu dan Mongol.

Cikal bakal tembok dimulai pada Periode Negara-Negara Berperang, lalu disatukan secara masif oleh Kaisar Qin Shi Huang dari Dinasti Qin.

Pembangunan kemudian dilanjutkan oleh Dinasti Han, hingga mencapai puncak kemegahannya di era Dinasti Ming dengan material batu bata dan batu kapur yang kokoh setinggi 7–8 meter.

Bagian peninggalan Dinasti Ming yang masih relatif utuh kini membentang sepanjang 8.850 kilometer.

Konstruksi benteng ini baru berhenti total pada era Dinasti Qing setelah bangsa Manchu menyatukan wilayah utara dan selatan.

Sejak saat itu, fungsi militer tembok perlahan memudar hingga banyak bagian yang terabaikan.

Ancaman Erosi dan Risiko Lenyap dalam 30 Tahun 

Namun, di balik kemegahannya sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 1987, kondisi fisik Tembok Besar Cina kini sangat memprihatinkan.

Sekitar sepertiga bagian dari tembok ini telah hilang akibat erosi alam, pelapukan, serta pencurian batu oleh warga lokal.

Bahkan, bagian tembok kuno yang terbuat dari tanah padat diperkirakan berisiko lenyap total dalam kurun waktu 30 tahun mendatang jika tidak segera mendapat penanganan konservasi yang efektif. (*) 

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
tembok besar cina benteng raksasa dinasti unesco