Dari Tablet Tanah Liat Hingga Teknologi Satelit, Begini Transformasi Panjang Sejarah Peta Dunia

Jessyca Diva Edhelwise • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 15:28 WIB
Peta Dunia Babilonia Kuno (Imago Mundi), salah satu artefak pemetaan tertua di dunia. (youtube.com/ AurelVal)
Peta Dunia Babilonia Kuno (Imago Mundi), salah satu artefak pemetaan tertua di dunia. (youtube.com/ AurelVal)

RADARTUBAN – Perkembangan peradaban manusia dari era kuno hingga modern tidak dapat dipisahkan dari sejarah pembuatan peta atau ilmu kartografi. 

Sejak ribuan tahun lalu, penggambaran wilayah menjadi instrumen vital untuk penjelajahan geografi, navigasi pelayaran, strategi militer, hingga perencanaan tata kota dan mitigasi bencana.

Dalam ulasan edukasi sejarah pada kanal YouTube Aurel Val melalui seri GeekRelia, pemetaan dunia dijelaskan mengalami transformasi yang sangat panjang. 

Pembuatan peta diawali dari sketsa gambar sederhana pada dinding gua serta piringan tablet tanah liat pada era Babilonia Kuno.

Baca Juga: Benarkah Letak Geografis Sangat Berpengaruh Bagi Negara untuk Ahli Dalam Bidang Olahraga Tertentu?

Kontribusi Pemikir Klasik dan Era Penjelajahan

Teknologi pemetaan berkembang kian terukur saat memasuki era Yunani Kuno. Ilmuwan seperti Anaximander hingga Claudius Ptolemaeus mulai menerapkan prinsip astronomi dan matematika dalam pemetaan.

"Para ilmuwan Yunani Kuno adalah yang pertama kali meletakkan matematika dan astronomi dalam pembuatan peta, menciptakan sistem koordinat yang kita kenal sekarang," kata Aurel Val.

Perkembangan kartografi semakin presisi memasuki Era Penjelajahan (Age of Discovery) pada abad ke-16. 

Momentum penting terjadi ketika Gerardus Mercator merumuskan proyeksi Mercator, metode matematika yang memungkinkan pelaut menavigasi garis lurus di lautan lepas secara akurat. 

Memasuki abad ke-21, ilmu pemetaan bertransformasi menggunakan pemindaian satelit digital, pemodelan komputer tiga dimensi, hingga Sistem Informasi Geografis (GIS).

Esensi Pemahaman Geospasial

Di akhir ulasannya, Aurel Val menyampaikan pandangannya mengenai makna utama dari seluruh perjalanan panjang pembuatan peta dalam peradaban manusia.

"Perjalanan manusia dalam menggambar peta bukan sekadar tentang garis dan wilayah, melainkan upaya panjang manusia untuk memahami posisi kita di muka bumi," ungkap Aurel Val.

Pemahaman mendalam mengenai sejarah ilmu kartografi ini diharapkan memberi wawasan bagi masyarakat modern tentang pentingnya data geospasial dalam mendukung sistem transportasi, pengelolaan sumber daya alam, hingga perencanaan wilayah secara global. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
geografi peta kartografi Yunani kuno