Macklemore Dicoret dan Musisi Mundur, Ed Sheeran Buka Suara Soal Gaza di Konser AS

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:08 WIB
Ed Sheeran saat menyampaikan klarifikasinya pasca pencoretan rapper Macklemore hingga mundurnya seluruh musisi dalam konsernya, Sabtu (19/9). (instagram.com/ teddysphotos)
Ed Sheeran saat menyampaikan klarifikasinya pasca pencoretan rapper Macklemore hingga mundurnya seluruh musisi dalam konsernya, Sabtu (19/9). (instagram.com/ teddysphotos)

RADARTUBAN – Penyanyi papan atas dunia Ed Sheeran akhirnya angkat bicara membahas situasi krisis di Gaza, Palestina, saat menggelar konser di Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (19/9) lalu.

Mengutip pemberitaan Jawa Pos yang bersumber dari Arab News, pernyataan terbuka tersebut disampaikan setelah tur musiknya diliputi gelombang kontroversi menyusul pencoretan rapper Macklemore sebagai penampil pembuka.

Keputusan itu memicu aksi mundur massal sejumlah musisi pendukung sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Baca Juga: Jepang Kunjungi Israel - Palestina Untuk Dorong Solusi Perdamaian Dua Negara di Tengah Badai Gaza

Membuka pertunjukan di Lincoln Financial Field tanpa penampil pembuka, Ed Sheeran tampil sendirian di atas panggung.

Ia menegaskan ingin konsernya tetap menjadi ruang persatuan dan kemanusiaan, bukan ajang politik. Namun, ia secara tegas mengecam tragedi yang menimpa warga sipil.

Ed Sheeran menyebut serangan 7 Oktober 2023 di Israel sebagai peristiwa mengerikan, sementara situasi yang berlangsung di Gaza saat ini adalah sesuatu yang "katastrofik dan tidak dapat dibenarkan".

"Saya tidak ingin mengecewakan penggemar, dan saya tidak pernah ingin menjadi musisi aktivis. Namun, hal ini menempatkan saya di tengah perdebatan penting dan penuh emosi mengenai kebebasan berbicara serta persoalan politik paling kompleks di dunia," ujarnya di hadapan puluhan ribu penonton.

Buntut Pencoretan Macklemore dan Aksi Mundur Musisi

Kontroversi bermula ketika Macklemore, yang semula dijadwalkan menjadi penampil pembuka tur Sheeran di Amerika Serikat dicoret secara sepihak usai meneriakkan seruan "Free Palestine" dalam konser di New Jersey.

Ed mengklarifikasi bahwa dirinya tidak bertanggung jawab atas keputusan tersebut.

Pencoretan Macklemore diprakarsai oleh pemilik klub New England Patriots, Robert Kraft, yang perusahaannya mengelola stadion tempat lokasi konser Sheeran.

Buntut dari insiden tersebut, gelombang pemunduran diri terjadi.

Band folk asal Irlandia Beoga, grup musik Lukas Graham, hingga penyanyi Aaron Rowe menyatakan mundur dari tur.

Bahkan Finneas, produser sekaligus adik Billie Eilish yang dijadwalkan mendampingi tur Ed Sheeran di Amerika Selatan, turut menyatakan batal bergabung.

Di luar area stadion, sekelompok demonstran pro-Palestina juga menggelar aksi protes.

Beberapa penggemar bahkan memilih mengembalikan tiket sebagai bentuk protes atas sikap enggan bersuara sang penyanyi pada awalnya.

Salurkan Donasi Kemanusiaan

Menanggapi gejolak tersebut, Macklemore mengumumkan komitmen donasi sebesar USD 1 juta atau sekitar Rp 17,63 miliar untuk bantuan kemanusiaan warga Palestina.

Ia juga mendesak Robert Kraft untuk menyumbang dalam jumlah yang sama.

Juru bicara pihak Kraft menyampaikan bahwa sang miliarder bersama Ed Sheeran masing-masing telah menyetujui alokasi donasi sebesar USD 2 juta atau sekitar Rp 35,26 miliar.

Di akhir pertunjukannya, pelantun lagu Shape of You tersebut menyampaikan harapannya agar panggung musik tetap menjadi sarana pengikat kebebasan bersuara dan persatuan.

"Hal ini (pembatasan) terjadi di begitu banyak tempat di seluruh dunia tempat saya tampil, tetapi seharusnya tidak pernah terjadi di dunia yang bebas," tegas Ed Sheeran. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
ed sheeran macklemore musisi Palestina