RADARTUBAN - Situs sejarah kuno benteng Machaerus atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai Istana Raja Herod di Yordania kembali menyita perhatian publik setelah diulas dalam tayangan perjalanan kembara sejarah.
Lokasi perbukitan batu tersebut mencatatkan peristiwa penting terkait kisah perjuangan serta wafatnya Nabi Yahya AS dalam mempertahankan ajaran kebenaran di hadapan penguasa zamannya.
Ulasan mengenai penelusuran lokasi bersejarah yang sarat makna spiritual tersebut diunggah oleh saluran YouTube RARE TV melalui program Kembara Wahyu Jordan.
"Kita akan menziarahi Istana Raja Herod tempat Nabi Yahya dipenggal kepala. Lebih dikenali sebagai Fortress of Machaerus, kita akan membongkar sirah Nabi Yahya sebagai seorang nabi yang tidak takut menentang kekuasaan," ujar tim RARE TV dalam tayangan YouTube tersebut.
Baca Juga: Dari Tablet Tanah Liat Hingga Teknologi Satelit, Begini Transformasi Panjang Sejarah Peta Dunia
Dalam perjalanan sejarah kawasan Timur Tengah, Benteng Machaerus berdiri kokoh di atas puncak perbukitan terjal yang menghadap langsung ke arah hamparan Laut Mati.
Bangunan megah yang dirancang dengan arsitektur benteng pertahanan tersebut dahulunya merupakan istana peristirahatan sekaligus benteng militer milik Raja Herod Antipas dari era Kekaisaran Romawi.
Situs bersejarah ini menjadi saksi bisu dari keteguhan ikhlas Nabi Yahya AS saat menyampaikan dakwah kebenaran serta menolak kompromi terhadap kebijakan penguasa yang dinilai menyimpang dari ajaran agama.
Karena keberanian serta ketegasan ajaran yang dibawanya tidak dapat diterima oleh kalangan istana, Nabi Yahya AS kemudian ditangkap lalu dipenjarakan di kawasan benteng tersebut hingga menghembuskan napas terakhir.
Saat diakses pada era modern, reruntuhan pilar batu, potongan dinding purba, serta fondasi bangunan kuno di puncak bukit menjadi bukti sisa-sisa kemegahan benteng Machaerus masa lampau.
Medan jalan menuju lokasi yang sangat curam serta letaknya yang terisolasi dari pemukiman warga memberikan gambaran nyata betapa ketatnya sistem keamanan dan pengawasan istana raja pada era tersebut.
Penelusuran langsung ke lokasi bersejarah ini menyajikan gambaran visual mengenai kondisi geografis serta atmosfer otentik tempat berdirinya benteng kuno puluhan abad silam.
Keberadaan situs bersejarah ini senantiasa menjadi sarana pembelajaran dan perenungan berharga bagi masyarakat luas mengenai nilai keteguhan prinsip serta keberanian dalam mempertahankan kebenaran di tengah berbagai tantangan kehidupan.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni