Ulas Asal-Usul Alam Semesta, Apa yang Sebenarnya Terjadi Sebelum Peristiwa Big Bang?

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 16:06 WIB
Ilustrasi konsep Big Bang dan pembentukan alam semesta. (Foto Pixabay @STRIEWA)
Ilustrasi konsep Big Bang dan pembentukan alam semesta. (Foto Pixabay @STRIEWA)

RADARTUBAN – Jika alam semesta lahir sekitar 13,8 miliar tahun lalu melalui peristiwa yang dikenal sebagai Big Bang, satu pertanyaan besar masih terus mengundang rasa penasaran para ilmuwan. Apa yang sebenarnya ada sebelum semuanya dimulai?

Pertanyaan tersebut terdengar sederhana, tetapi hingga kini masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia kosmologi.

Sebab, menurut pemahaman ilmiah modern, Big Bang bukan hanya menandai awal mula terbentuknya materi dan energi, melainkan juga lahirnya ruang dan waktu itu sendiri.

Teori Big Bang yang saat ini menjadi model utama dalam kosmologi menjelaskan bahwa alam semesta bermula dari kondisi yang sangat panas dan padat.

Baca Juga: Penemuan Gugus Galaksi Terbesar Ungkap Awal Mula Alam Semesta, Begini Penjelasannya

Seiring waktu, alam semesta mengalami ekspansi dan terus berkembang hingga membentuk galaksi, bintang, planet, serta berbagai struktur kosmik yang dikenal saat ini.

Namun, penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan mengenai apa yang terjadi sebelum Big Bang berlangsung.

Dalam Teori Relativitas Umum yang dikembangkan Albert Einstein, ruang dan waktu dipandang sebagai satu kesatuan.

Karena itu, banyak fisikawan berpendapat bahwa konsep "sebelum Big Bang" mungkin tidak dapat dijelaskan dengan cara yang sama seperti peristiwa-peristiwa lain dalam kehidupan sehari-hari.

Jika waktu baru muncul bersamaan dengan Big Bang, maka kemungkinan tidak ada garis waktu yang mendahului peristiwa tersebut.

Analogi Stephen Hawking dan Hipotesis Multiverse

Untuk menggambarkan kondisi itu, para ilmuwan kerap menggunakan analogi yang diperkenalkan oleh fisikawan Stephen Hawking.

Menanyakan apa yang terjadi sebelum Big Bang diibaratkan seperti bertanya apa yang berada di sebelah utara Kutub Utara.

Pertanyaan tersebut tampak masuk akal, tetapi konsep arah yang digunakan sudah tidak lagi berlaku pada titik itu.

Meski demikian, para kosmolog tidak berhenti mencari kemungkinan penjelasan lain.

Sejumlah teori terus dikembangkan untuk memahami kondisi yang mungkin terjadi sebelum atau di luar peristiwa Big Bang.

Dorongan Keingintahuan Sifat Dasar Manusia

Pembahasan mengenai rasa penasaran manusia terhadap asal-usul alam semesta turut disinggung dalam sebuah ulasan edukasi yang diunggah oleh saluran YouTube Kok Bisa?.

"Manusia punya rasa penasaran yang besar sama asal-usul segalanya. Kita pengen tahu dari mana asal benda-benda di sekitar kita, sampai akhirnya kita bertanya tentang asal-usul seluruh alam semesta ini," bunyi narasi dalam video tersebut.

Melalui penjelasan itu, ditekankan bahwa keingintahuan terhadap asal-usul segala sesuatu merupakan bagian dari sifat dasar manusia yang terus mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hingga saat ini, belum ada jawaban pasti mengenai apa yang ada sebelum Big Bang.

Bahkan, sebagian ilmuwan berpendapat bahwa pertanyaan tersebut mungkin tidak memiliki jawaban dalam pengertian waktu yang dipahami manusia saat ini.

Meski demikian, upaya untuk mengungkap misteri tersebut terus berlangsung dan menjadi salah satu pendorong utama perkembangan fisika modern serta astronomi. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
kosmologi alam semesta dunia big bang