RADARTUBAN – Nama Keluarga Medici di Italia tentu tidak asing lagi bagi para pencinta sejarah dunia.
Berdasarkan ulasan edukasi dari saluran YouTube Kok Bisa bertajuk Dinasti Keluarga ini Menguasai Seni, Sains, Agama, dinasti ini tercatat memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk peradaban Eropa selama era Renaisans.
Keluarga yang awalnya hanya berprofesi sebagai pedagang wol biasa ini berhasil mengubah jalannya sejarah dunia melalui inovasi finansial yang mereka ciptakan.
Baca Juga: Dari Tablet Tanah Liat Hingga Teknologi Satelit, Begini Transformasi Panjang Sejarah Peta Dunia
Dengan mendirikan Bank Medici, mereka memperkenalkan sistem transaksi antarkota yang jauh lebih aman bagi para pedagang tanpa harus membawa emas batangan ke mana-mana.
Keuntungan besar dari selisih kurs serta kedekatan mereka dengan para raja dan paus membuat kekayaan keluarga ini melesat sangat pesat.
Kekuatan besar yang dimiliki oleh keluarga Medici tidak hanya sebatas pada urusan uang dan kekayaan semata.
Mereka juga aktif membangun koneksi politik yang kuat, mulai dari memanipulasi sistem pemilu hingga memberikan dana kepada para politisi demi mendapatkan pengaruh besar.
"Saking berpengaruhnya, ada tiga orang Medici yang pernah duduk di kursi paus," jelas narator dalam ulasan video tersebut.
Pelindung Sains dan Pemicu Gejolak Keagamaan
Selain berpengaruh di ranah politik dan agama, keluarga ini berperan sangat penting sebagai penggerak zaman keemasan ilmu pengetahuan.
Mereka mendanai penerjemahan naskah-naskah kuno serta melindungi ilmuwan besar seperti Galileo Galilei dari pertentangan pihak gereja.
Namun, demi mendanai berbagai proyek megah serta gaya hidup mewah mereka, Paus dari keluarga Medici sempat menjual surat pengampunan dosa (indulgences) kepada masyarakat.
Tindakan kontroversial ini rupanya memicu kemarahan besar dari para tokoh agama dan menjadi salah satu pemicu utama pecahnya agama Kristen di Eropa.
Sifat haus akan kekuasaan pada akhirnya justru menggerogoti kejayaan dinasti Medici ini dari dalam hingga garis keturunan utamanya resmi berakhir pada abad ke-18.
Sebagai penutup dari sejarah panjang dinasti tersebut, anggota terakhir keluarga ini memilih mewariskan seluruh koleksi seni berharga serta aset mereka kepada kota Florence dengan syarat agar seluruh koleksi itu tidak boleh dipindahkan ke tempat lain. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari