RADARTUBAN - Kazakhstan menyimpan perpaduan unik antara tradisi kuno, lanskap alam ekstrem, perkembangan teknologi, hingga sejarah eksplorasi antariksa yang memiliki pengaruh besar terhadap peradaban manusia.
Gambaran tersebut diungkap melalui dokumenter perjalanan yang diunggah vlogger Joe HaTTab di kanal YouTube miliknya.
Perjalanan itu menyusuri berbagai sisi Kazakhstan, mulai dari kehidupan masyarakat nomaden di pegunungan Almaty hingga Baikonur Cosmodrome yang berada di tengah kawasan gurun.
Baca Juga: Tradisi Gelang Leher Suku Kayan, Sebagai Simbol Kecantikan Sekaligus Perlindungan Diri
Tradisi Nomaden dan Lanskap Alam Kazakhstan
Salah satu tradisi yang menjadi perhatian adalah praktik berburu menggunakan burung elang emas (golden eagle) yang masih dipertahankan masyarakat nomaden.
Tradisi tersebut telah diwariskan selama ribuan tahun dan mengandalkan kemampuan masyarakat menjalin ikatan dengan elang sekaligus melatih ketangkasannya untuk bertahan di alam liar.
Keunikan Kazakhstan juga terlihat di wilayah Mangystau. Kawasan tersebut diketahui pernah menjadi bagian dari dasar Lautan Tethys jutaan tahun lalu.
Kini, bekas kawasan laut purba itu berubah menjadi bentang alam berupa ngarai dan formasi batu kapur yang memiliki kemiripan dengan lanskap Planet Mars.
Tidak hanya menyajikan pemandangan alam, kawasan Mangystau juga menyimpan jejak kehidupan masa lalu.
Fosil gigi hiu purba masih ditemukan terkubur di sejumlah bagian wilayah tersebut.
Astana Tumbuh Jadi Kota Futuristik
Di tengah kekayaan alam dan tradisi tersebut, Kazakhstan juga mengalami modernisasi secara pesat. Astana menjadi salah satu gambaran perubahan itu.
Dalam waktu kurang dari tiga dekade, kawasan padang rumput yang sebelumnya ekstrem berkembang menjadi kota dengan arsitektur futuristik.
Pemerintah Kazakhstan juga mendorong pengembangan sektor teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan pusat data.
Perkembangan industri digital bahkan telah melahirkan startup teknologi video berbasis AI yang mencapai valuasi sekitar USD 1,3 miliar.
Baikonur dan Jejak Sejarah Antariksa
Perjalanan kemudian mengarah ke Baikonur Cosmodrome, fasilitas peluncuran antariksa yang memiliki peran penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.
Kompleks tersebut merupakan fasilitas peluncuran antariksa terbesar di dunia dan saat ini disewa Rusia dari Kazakhstan.
Dari Baikonur, Yuri Gagarin tercatat menjadi manusia pertama yang diterbangkan ke luar angkasa. Satelit buatan pertama juga diluncurkan dari kawasan tersebut.
Dokumenter itu turut menampilkan berbagai peninggalan era Perang Dingin yang masih berada di kawasan Baikonur.
Di antaranya pesawat ulang-alik Buran dan roket raksasa Energia yang terbengkalai setelah runtuhnya Uni Soviet.
"Kazakhstan merupakan perpaduan unik antara sejarah kuno, lanskap alam, hingga peninggalan sejarah antariksa yang mengubah peradaban manusia," ujar Joe HaTTab.
Selain memiliki cadangan sumber daya alam seperti uranium dan minyak bumi, Kazakhstan kini terus mengembangkan sektor digital serta membuka akses wisata melalui kebijakan visa yang lebih terbuka.
Perpaduan sumber daya alam, teknologi dan posisi geografis tersebut membuat Kazakhstan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kawasan Eropa, Asia, dan Timur Tengah. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari