Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Diangkat ke Layar Lebar, Berawal dari Kisah Teman Depresi

Nadia Aulia • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 15:03 WIB
Para Cast Film Seporsie Mie Ayam Sebelum Mati. (Dok. Sinergi Pictures)
Para Cast Film Seporsie Mie Ayam Sebelum Mati. (Dok. Sinergi Pictures)

RADARTUBAN — Berawal dari semangkuk mie ayam untuk menemani seorang teman yang mengalami depresi, novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna kini diangkat ke layar lebar.

Film drama tersebut dijadwalkan tayang di bioskop pada November 2026.

Film ini merupakan adaptasi dari novel mega best seller Brian Khrisna yang diproduksi Sinergi Pictures dan Ben Film.

Film tersebut disutradarai Kuntz Agus dan ditandai dengan agenda big reading serta syukuran produksi bersama para pemain dan tim film.

Tokoh utama Ale dipercayakan kepada komedian sekaligus aktor Benidiktus Siregar. Ia akan beradu peran dengan sejumlah aktor dan aktris, di antaranya Nita Gunawan, Kevin Millenio, Fira Maringka, Almanzo Konoralma, Pangeran Lantang, Teuku Rifnu Wikana, Jourdy Pranata, Ayu Inten, Fajar Nugra, Tika Panggabean, Dewi Irawan, Zulfa Maharani, Dhika Kibo, Alex Abbad, Jose Rizal Manua, Hian Tjen, Reza Andrianto, dan Femi Maringka.

Kisah di balik novel tersebut bermula dari pengalaman pribadi Brian ketika menghadapi seorang teman yang mengalami depresi berat.

Baca Juga: Bapak Paling Jujur, Film Komedi Politik yang Bongkar Gimik Kampanye dan Janji Para Cagub

Saat sang teman menunjukkan keinginan untuk mengakhiri hidup, Brian memilih menemaninya dan mengajaknya makan mie ayam.

“Aku punya teman yang depresi. Ketika dia sudah menunjukkan aku sudah menunjukkan dia pengin bunuh dirinya, aku kan sebagai teman cuman bisa menemani ya Mas. Kalau kata psikiater, kalau orang bunuh diri itu enggak butuh dinasehatin, mereka cuman butuh ditemenin sama didengerin aja. Akhirnya saya ajak, ‘Ya udahlah kita makan mie ayam aja’,” ujar Brian dalam wawancara Putcast Mojok.

Dari percakapan sederhana saat makan itu, muncul gagasan untuk menulis buku tentang depresi yang ringan dan mudah dibaca. 

Menurut Brian, orang yang sedang mengalami depresi dapat kesulitan berkonsentrasi sehingga buku tersebut sengaja dibuat tipis.

“Dia bilang, ‘Kamu enggak kepikiran bikin buku tentang depresi gitu? Maksudnya depresi yang mudah dibaca buat orang-orang seperti kami.’ Maksudnya orang depresi kan susah fokus ke satu titik ya Mas,” tuturnya.

Brian kemudian melakukan riset dengan mewawancarai penyintas depresi serta berkonsultasi dengan psikiater dan psikolog agar cerita tidak terasa menggurui.

Judul Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati sendiri lahir dari percakapan dengan temannya. Brian sempat berkata, “Jangan mati dulu lah, mie ayam masih enak.” Dari kalimat itu, sang teman menjawab akan makan mie ayam terlebih dahulu jika suatu saat ingin mati.

“Wah, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Eh ternyata bagus, cocok jadi judul,” kata Brian.

Meski mengusung judul yang terdengar gelap, Brian menegaskan novel tersebut tidak mengajak pembaca untuk mengakhiri hidup.

Sebaliknya, cerita itu ingin mengajak pembaca menemukan alasan-alasan sederhana untuk tetap bertahan.

“Aku di situ penginnya walaupun judulnya ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’, tapi isinya enggak ngajak mati kok Mas. Isinya tuh malah mengajak teman-teman untuk menemukan alasan-alasan sederhana untuk tetap hidup. Sesederhana semangkuk mie ayam juga masih enak loh, jadi jangan mati dulu lah,” Pungkasnya (*).

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Seporsi mie ayam sebelum mati benidiktus siregar novel film