RADARTUBAN - Mengenali kepribadian diri menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan pilihan hidup, termasuk jurusan kuliah dan arah karier.
Salah satu instrumen yang kerap digunakan untuk memahami preferensi kepribadian adalah Myers-Briggs Type Indicator (MBTI).
Pembahasan mengenai tes kepribadian tersebut diulas kanal YouTube Satu Persen - Indonesian Life School melalui video bertajuk “Apa Itu Tes Kepribadian MBTI? (Cara Mengenal Karakter Seseorang)”.
Baca Juga: Apa Itu NPD? Kenali Ciri-Ciri, Penyebab, dan Dampak Buruk Gangguan Kepribadian Narsisistik
Dalam tayangan itu, MBTI dijelaskan sebagai alat untuk memetakan kecenderungan seseorang dalam berpikir, memperoleh energi, mengambil keputusan, dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Tes MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya, Isabel Briggs Myers, dengan mengacu pada teori tipe psikologis Carl Jung.
Instrumen ini mengelompokkan preferensi kepribadian ke dalam empat dimensi yang masing-masing memiliki dua kecenderungan berlawanan.
Mengenal Empat Dimensi dalam Tes MBTI
Dimensi pertama adalah Extraversion (E) dan Introversion (I). Keduanya menggambarkan kecenderungan seseorang dalam mengarahkan perhatian dan memperoleh energi.
Individu dengan kecenderungan ekstrover umumnya lebih menikmati interaksi dengan lingkungan luar, sedangkan introver cenderung membutuhkan waktu untuk memproses pengalaman secara pribadi.
Dimensi kedua, Sensing (S) dan Intuition (N), berkaitan dengan cara seseorang menerima informasi.
Tipe Sensing lebih mengutamakan fakta dan hal konkret, sementara Intuition cenderung melihat pola, kemungkinan, serta gambaran yang lebih luas.
Selanjutnya, Thinking (T) dan Feeling (F) menjelaskan kecenderungan dalam mengambil keputusan.
Tipe Thinking lebih menekankan logika dan konsistensi, sedangkan Feeling mempertimbangkan nilai pribadi serta dampak keputusan terhadap orang lain.
Dimensi terakhir adalah Judging (J) dan Perceiving (P). Keduanya menggambarkan cara seseorang menghadapi aktivitas dan lingkungan luar.
Kecenderungan Judging menyukai keteraturan serta perencanaan, sedangkan Perceiving lebih nyaman dengan fleksibilitas dan pilihan yang terbuka.
Kombinasi dari keempat dimensi tersebut menghasilkan 16 tipe kepribadian MBTI yang menggambarkan preferensi individu.
Manfaat MBTI untuk Mengenali Potensi dan Arah Karier
Pengenalan kepribadian melalui MBTI dapat membantu seseorang memahami lingkungan yang dirasa sesuai dengan preferensinya.
Pengetahuan tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan ketika menentukan jurusan perkuliahan, memilih pekerjaan, maupun mengembangkan kemampuan diri.
“Pengenalan kepribadian lewat MBTI membantu kita memahami situasi kerja yang optimal serta mencegah potensi penyesalan akibat salah memilih jurusan perkuliahan atau karier,” urai narasi dalam tayangan video tersebut.
Selain untuk pengembangan diri, MBTI juga dikenal digunakan dalam konseling karier dan lingkungan kerja.
Hasil pemetaan preferensi dapat menjadi bahan diskusi untuk memahami gaya komunikasi, pola kerja, serta kebutuhan individu dalam sebuah tim.
Meski demikian, hasil tes MBTI tidak seharusnya dijadikan satu-satunya dasar dalam menentukan masa depan.
Instrumen ini memetakan preferensi, bukan mengukur seluruh kemampuan atau menetapkan batas potensi seseorang.
“MBTI mengukur preferensi umum, tetapi hasilnya dapat dinamis seiring berkembangnya kematangan diri seseorang,” lanjut narasi tersebut memaparkan.
Karena itu, hasil tes perlu dipahami secara bijak dan disertai evaluasi terhadap pengalaman serta kemampuan nyata.
Dengan mengenali kecenderungan diri tanpa terpaku pada label kepribadian, seseorang dapat mengambil keputusan yang lebih matang dalam kehidupan personal maupun pengembangan karier. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari