Mengenal Animal Communicator, Profesi Unik yang Disebut Bisa Berkomunikasi dengan Hewan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:58 WIB
Ilustrasi seseorang yang berpfrofesi sebagai animan communicator. (Radar Tuban/ AI)
Ilustrasi seseorang yang berpfrofesi sebagai animan communicator. (Radar Tuban/ AI)

RADARTUBAN - Hewan peliharaan memang tidak dapat menyampaikan perasaan dan kebutuhannya menggunakan bahasa manusia, namun profesi unik animal communicator disebut bisa menjembatani komunikasi antar keduanya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang dibahas dalam podcast di kanal Youtube Grace Tahir melalui video berjudul Profesi Unik Ini Bisa Bicara dengan Hewan. 

Dalam perbincangan tersebut, diperkenalkan profesi animal communicator atau komunikator hewan.

Profesi ini menggunakan pendekatan intuitif dan kepekaan terhadap perilaku untuk membantu pemilik memahami kondisi emosional maupun kebutuhan hewan peliharaannya.

Baca Juga: Kenapa Hewan Suka Makanan Manusia? Aroma dan Kalori Jadi Alasan Utamanya

"Komunikasi dengan hewan bukanlah sihir atau membaca pikiran secara mistis, melainkan tentang membangun jembatan empati yang dalam," ungkap dr. Anggie sebagai animal communicator dalam tayangan tersebut.

"Ketika kita bisa menenangkan energi diri sendiri dan mengamati bahasa tubuh mereka secara jeli, hewan akan menyampaikan apa yang mereka rasakan dan butuhkan," lanjutnya. 

Menggunakan Intuisi dan Kepekaan

Dalam praktik yang dibahas, komunikator hewan berusaha membangun kondisi yang tenang sebelum berinteraksi dengan hewan.

Pendekatan tersebut menekankan kepekaan terhadap energi, intuisi, emosi, serta bahasa tubuh hewan.

Melalui proses tersebut, komunikator mengklaim dapat menangkap sejumlah kondisi emosional yang dirasakan hewan, seperti kecemasan, rasa takut, rasa tidak nyaman, maupun kegembiraan.

Pemilik biasanya mencari bantuan ketika menemukan perubahan perilaku yang sulit dipahami.

Hewan yang sebelumnya tenang, misalnya, dapat menjadi agresif atau penakut. Ada pula hewan yang tiba-tiba sering merusak perabotan di rumah.

Dalam sudut pandang yang dibahas, perubahan tersebut dapat berkaitan dengan pengalaman traumatis maupun tekanan dari lingkungan sekitar.

Kondisi Pemilik Juga Bisa Berpengaruh

Hal lain yang menjadi perhatian adalah hubungan antara kondisi emosional pemilik dengan perilaku hewan peliharaan.

Hewan disebut memiliki kepekaan terhadap perubahan suasana di lingkungan tempat mereka hidup.

Karena itu, ketenangan pemilik dinilai turut berperan dalam membantu hewan menghadapi kondisi yang membuatnya stres atau cemas.

Pola interaksi dan cara pemilik memperlakukan hewan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Meski demikian, komunikasi hewan tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis.

Ketika hewan menunjukkan gejala penyakit, rasa sakit, atau perubahan kondisi fisik yang serius, diagnosis dan penanganannya tetap membutuhkan pemeriksaan langsung oleh dokter hewan.

Sehingga, animal communicator dalam pembahasan tersebut lebih ditempatkan sebagai pendekatan untuk membantu pemilik memahami perilaku dan kondisi emosional hewan, sementara persoalan kesehatan tetap menjadi ranah medis veteriner. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
animal communicator komunikator hewan intuisi hewan peliharaan energi