RADARTUBAN – Pendakwah Felix Siauw mempertanyakan dugaan dukungan kementerian dan lembaga negara terhadap rencana konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia.
Dia menilai persoalan tersebut perlu dilihat tidak hanya dari sisi hiburan, tetapi juga dalam konteks kepedulian terhadap Palestina.
Kritik itu disampaikan Felix melalui video berjudul “Konser Musisi Zionist Disuport Kementerian? Serius nih?” yang diunggah di kanal YouTube resminya.
Dalam tayangan tersebut, Felix menyoroti dugaan keterlibatan pemerintah dalam mendukung acara yang menghadirkan Bocelli.
Dia mempertanyakan kesesuaian dukungan tersebut dengan sikap Indonesia yang selama ini menyuarakan penolakan terhadap penjajahan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Bagaimana mungkin di tengah duka dan perjuangan masyarakat Palestina, ada fasilitasi atau dukungan resmi dari kementerian terhadap gelaran yang melibatkan figur pendukung zionisme? Ini bukan sekadar urusan hiburan, melainkan soal keberpihakan moral dan komitmen kemanusiaan kita,” ujar Felix dalam video tersebut.
Baca Juga: Konser Andrea Bocelli 31 Oktober 2026 di Borobudur Batal, Ini Alasan Pencabutan Izin
Menurut Felix, persoalan ini berkaitan dengan konsistensi nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari sikap Indonesia terhadap konflik Palestina. Dia juga menilai pemerintah perlu mempertimbangkan aspek tersebut ketika memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan acara hiburan internasional.
Soroti Kurasi Acara Hiburan
Felix turut menekankan pentingnya ketelitian pemerintah dalam menilai acara hiburan yang melibatkan figur internasional. Menurut pandangannya, proses pemberian izin maupun dukungan sponsor perlu mempertimbangkan konteks sosial dan aspirasi masyarakat.
Dia juga mengajak publik, terutama generasi muda, untuk lebih kritis dalam menyikapi industri hiburan global. Baginya, menikmati karya seni tetap dapat disertai perhatian terhadap persoalan keadilan sosial dan kemanusiaan.
Sorotan terhadap rencana konser Andrea Bocelli juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada 16 Oktober 2026, MUI mengeluarkan pernyataan sikap yang meminta pemerintah membatalkan rencana konser tersebut.
MUI mendasarkan sikapnya pada penelusuran rekam jejak Bocelli yang dinilai berkaitan dengan dukungan terhadap Israel.
Sementara itu, persoalan dugaan dukungan kementerian terhadap konser perlu dibedakan dari sikap atau kritik yang disampaikan Felix.
Kritik tersebut merupakan pandangan narasumber, sedangkan bentuk dan ruang lingkup dukungan pemerintah perlu merujuk pada keterangan resmi pihak terkait.
Perdebatan ini memperlihatkan adanya perhatian publik terhadap hubungan antara penyelenggaraan acara hiburan internasional, kebijakan pemerintah, dan sikap Indonesia terhadap isu Palestina. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni