Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ternyata 5 dari 43 Pelaku Demo Pulau Rempang Batam Positif Narkoba, Ada Apa?

Dwi Setiyawan • Rabu, 13 September 2023 | 19:26 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN.COM- Sebanyak 5 dari 43 pengunjuk rasa penolak pengukuran lahan Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) dinyatakan positif narkoba jenis ganja dan sabu.

Itu setelah Polresta Barelang dan Polda Kepri melakukan tes urine terhadap mereka.

"Kemudian dilakukan tes urine terhadap 43 pelaku dan didapati 5 orang positif narkoba dengan jenis ganja dan sabu," ujar Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto, sebagaimana dilansir detikSumut, Selasa (12/9).

Nugroho mengatakan, para pengunjuk rasa tersebut diamankan karena diduga menyerang petugas keamanan ketika berunjuk rasa di kantor BP Batam. Juga merusak fasilitas umum, seperti merusak pagar dan kaca gedung kantor BP Batam.

Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Mochammad Hasan mengungkapkan, sebagian besar dari 40 lebih perusuh dalam aksi penolakan pengukuran lahan Pulau Rempang, Batam, Kepri, ternyata warga luar Pulau Rempang.

Mereka terindentifikasi warga Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dan Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

"Beberapa ditangkap pagi ini di bandara," kata Mochammad Hasan di Mabes TNI, Selasa (12/9).

Hasan menjelaskan, TNI sudah berkoordinasi dengan Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menangani situasi di Pulau Rempang.

Dia menegaskan, penanganan insiden tersebut lebih mengutamakan menjaga kondusif.

"Proses kami menangani di sana bersama pihak kepolisian, BIN, itu kami lebih mengutamakan supaya situasi masih tetap kondusif," tegasnya.

Sejumlah kelompok masyarakat di Pulau Rempang bentrok dengan polisi pada Kamis (7/9) minggu lalu, karena warga menolak pengukuran lahan untuk pembangunan Rempang Eco-City dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Pulau Rempang, yang luasnya kurang lebih 17.000 hektare, direncanakan menjadi kawasan ekonomi terintegrasi yang menghubungkan sektor industri, jasa dan komersial, residensial/permukiman, agro-pariwisata, dan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).(ds)

Editor : Amin Fauzie
#pengunjuk rasa #batam #demo #insiden #pulau rempang