Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ketika Rumdinnya Digeledah KPK, Mentan Syahrul Yasin Limpo Kunker di Spanyol

Dwi Setiyawan • Sabtu, 30 September 2023 | 04:34 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) saat mengunjungi Screen House hortikultura di wilayah Almeria, Spanyol, Kamis (28/9/2023) waktu setempat. ANTARA/HO-Kementan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) saat mengunjungi Screen House hortikultura di wilayah Almeria, Spanyol, Kamis (28/9/2023) waktu setempat. ANTARA/HO-Kementan.

RADARTUBAN-Di mana Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) selama rumah dinas (rumdin)-nya di Kompleks Widya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (28/9)?

Dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (29/9), Syahrul Yasin Limpo mengunjungi model pertanian screen house hortikultura di wilayah Almeria, Spanyol.

Kunjungan Syahrul Yasin Limpo tersebut sebagai salah satu upaya menguatkan sektor pertanian lintas negara.

"Saya datang ke Almeria dan bertemu petani Pak Tomas untuk melihat apa-apa saja yang bisa diterapkan di Indonesia. Mengapa? Karena masalah pangan harus ditangani lintas negara," kata dia.

Di wilayah Almeria, Spanyol, menteri berlatar politikus Nasdem itu melihat angsung perkebunan screen house modern yang dibangun di pada lahan 5 hektare.

Selama ribuan tahun, lahan tersebut merupakan lahan marjinal atau lahan tandus bergurun pasir.

Karena keterbatasan sumber daya alam, masyarakat Almeria yang awalnya mayoritas penggembala, sejak 40 tahun silam mulai memanfaatkan lahan untuk pertanian.

Hasilnya pertaniannya, diakui SYL, cukup luar biasa. Itu karena tanaman sejenis green paper California tumbuh subur. Bahkan juga ada mentimun dari Monsanto dengan ukuran yang besar.

“Ini luar biasa, saya belum pernah melihat yang sebesar ini di mana pun, di mana lahan kering disulap menjadi lahan produktif melalui teknologi green house," kata dia kagum.

Syahrul Yasin Limpo berharap green house bisa direplikasi di Indonesia. Terutama di daerah yang memiliki karakteristik agroekosistem marjinal yang sama. Terlebih, Indonesia memiliki banyak lahan marjinal kering.

Sementara itu, Sekjen Pertanian Almeria, D Jose Antonio Aliaga, yang mendampingi kunjungan mentan, menambahkan sebagian besar pengusaha green house adalah generasi kedua. Generasi pertama dimulai 1960-an.

“Kementerian Pertanian Spanyol di tahun 1960 awalnya membuat percontohan green house dengan luasan 10.000 m2 atau 1 hektar dan ternyata berhasil. Lalu dikembangkan lagi terus secara bertahap sehingga saat ini sudah mencapai 32 ribu hektar," tuturnya. (ds)

Editor : Amin Fauzie
#KPK #rumdin #mentan #menteri pertanian #syahrul yasin limpo #Korupsi