RADARTUBAN-Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut kementeriannya mengalami guncangan hebat akibat penggeledahan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) di kantornya, Selasa (3/10).
"Ya 'kan memang saya masuk (Kemendag) 'badai' sampai sekarang belum kelar, ya," kata Zulkifli Hasan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/10), sebagaimana dikutip dari Antara.
Zulkifli Hasan dilantik sebagai mendag pada 15 Juni 2022. Dia menggantikan Muhammad Lutfi.
Menurut Zulhas, "badai" di Kemendag terkait dengan perkara minyak goreng, besi, garam dan lainnya.
Setelah dirinya menjabat, Zulhas menjamin Kemendag mendukung agar "badai" tersebut segera tuntas.
"Badai tetapi pelan-pelan kemarin 'kan Kemendag sudah Lebaran, Natal, dan tahun baru sudah bisa dikendalikan. Akan tetapi, badai itu masih ada sampai sekarang sisanya, mudah-mudahan nanti bisa diselesaikan," ujarnya.
Kejagung menggeledah Kantor Kemendag terkait dugaan penyalahgunaan wewenang impor gula.
Penggeledahan tersebut dilakukan penyidik setelah resmi menaikkan kasus tersebut ke tahap penyidikan.
Kejagung menduga terjadi tindak pidana korupsi terkait dengan penyalahgunaan wewenang dalam kebijakan importasi gula terkait pemenuhan stok gula nasional dan stabilisasi harga.
Selain kasus impor gula, Kejagung juga menangani dugaan korupsi terkait dengan ekspor minyak goreng yang melibatkan mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indra Sari Wisnu Wardhana sebagai tersangka.
Dalam kasus yang merugikan negara Rp 6,47 triliun tersebut, Indra Sari dipidana tiga tahun penjara. (ds)
Editor : Amin Fauzie