RADARTUBAN-Kasus meninggalnya mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unair Surabaya di dalam mobil dengan kepala terbungkus kantong plastik yang terhubung dengan selang dan tabung helium mengingatkan pada kasus yang menimpa Eril Arioristanto Dardak, adik kandung Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Eril ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Bandung, Jawa Barat pada 13 Desember 2018.
Dikutip dari CNN Indonesia, Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Irman Sugema mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya, tabung gas helium dan freon serta tayangan soal regulator oksigen pada televisi yang masih menyala. Dia menuturkan, tabung tersambung dengan selang kemudian plastik berwarna putih. Plastik tampak menutup sebagian kepala hingga bagian atas mulut Eril.
Meski belum memastikan penyebab kematian, kemungkinan Eril meninggal karena menghirup helium. "Kami akan dalami lebih lanjut kerja sama dengan Puslabfor untuk bisa dipahami hal-hal apa dan juga kebiasaan apa dari korban dengan yang ditemukan di TKP saat korban meninggal dunia," kata Irman.
Dikutip dari Alodokter, gas helium digunakan untuk membantu pernapasan pada pasien asma akut, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), displasia paru (perkembangan sel atau jaringan tak normal tapi bukan kanker) serta sumbatan saluran napas bagian atas. Hanya saja, penggunaannya tak murni helium melainkan dipadu dengan oksigen dalam komposisi tertentu. Campuran keduanya disebut helioks
Helioks digunakan untuk membantu mempermudah pasien bernapas. Kandungan gas helium berfungsi untuk menurunkan tegangan otot saluran pernapasan.
Gas helium merupakan gas dengan unsur paling ringan. Gas ini memiliki sifat khas yakni tidak berbau, tidak memiliki rasa, tidak beracun dan tidak mudah terbakar. Di atmosfer, gas ini menempati gas dengan volume terbanyak setelah hidrogen.
Meski demikian, helium tetap berbahaya. Menghirup helium dalam jumlah banyak dan terus-menerus dapat menimbulkan gejala keracunan seperti gangguan penglihatan, pusing, lemas, sesak napas, kejang, serta kehilangan kesadaran.
Dikutip dari Halo Sehat, gas helium yang terhirup akan menyebabkan masuknya gelembung-gelembung gas dan membuat paru-paru iritasi, infeksi, bahkan keracunan.
Jika terjadi, maka saraf paru-paru akan mengalami kerusakan berat. Dampak paling bahaya, helium dapat memblokir jalannya aliran oksigen ke dalam otak sehingga otak kekurangan pasokan oksigen. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung pada kematian.
Apa kasus Eril sama dengan kasus mahasiswa Unair yang ditemukan meninggal di dalam mobil bernopol AG 1484 BY yang terparkir di halaman apartemen Jalan H. Anwar Hamzah, Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur pada Minggu (5/11) pagi?
Kanit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Waru Ajun Komisaris Polisi Ahmad Yani mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil autopsi sebelum mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban berinisial CA, 21, asal Kediri, Jawa Timur.(ds)