RADARTUBAN - Sebuah video yang menampilkan aksi premanisme di SMAK Gloria 2 Surabaya kembali mencuat. Pelajar dipaksa bersujud dan menggonggong layaknya anjing oleh seorang wali murid dari SMA Cita Hati, bikin warganet siap adu jotos dengan pelaku.
Diketahui, insiden ini bermula pada Senin (21/10) lalu, setelah pertandingan basket antara tim SMAK Gloria 2 dan SMA Cita Hati di sebuah mall Surabaya.
Ivan, seorang wali murid di SMA Cita Hati merasa tersinggung setelah anaknya diejek oleh tim basket SMAK Gloria 2 dengan sebutan "pudel", ras anjing dari Prancis.
Dia pun merasa marah dan segera menuju ke SMAK Gloria 2 bersama beberapa orang yang diduga adalah preman.
Setibanya di depan sekolah, Ivan langsung mendekati pelajar yang terlibat dan memerintahkannya untuk bersujud serta menggonggong.
Dalam video yang viral, terlihat ibu sang pelajar sempat meminta anaknya untuk mengikuti perintah Ivan, namun ayahnya menolak dan tersulut emosi atas tindakan perundungan tersebut.
"Tidak usah sujud, anak saya tidak salah!" kata sang ayah.
Dua bulan setelah kejadian, pada Minggu (10/11), seorang warganet bernama Lex Wu sebagai yang pertama kali mengunggah video tersebut, memberikan respons dengan emosi.
"Gua mencari orang ini, bagi yang tahu boleh hubungi gua. Ini masalah anak-anak yang seharusnya sudah selesai di pihak sekolah, tapi kenapa dibawa-bawa ke preman dan diminta untuk sujud serta menggonggong?" tulisnya di akun X dengan nama akun @LexWu_13.
Lex kemudian melontarkan tantangan untuk duel satu lawan satu tanpa melibatkan preman atau polisi, dan meminta Ivan untuk menghadapi dirinya jika merasa jantan.
Cuitan Lex Wu langsung mengundang banyak komentar dan dukungan dari netizen yang ikut marah dengan perlakuan Ivan terhadap pelajar tersebut.
"Astaghfirulloh, itu manusia disuruh sujud dan gonggong? Bang Lex, respect setinggi-tingginya gue sama lo bang," kata akun @ard***.
Bahkan, ada yang naik darah dengan mengatakan, "Ba*ngan.. kalau anakku disuruh sujud apalagi menggonggong, sudah aku pukul mukanya. Gak peduli dikelilingi preman, itu orang gak tahu malu!" ungkap akun @zat*.
Meski kedua belah pihak sudah saling meminta maaf dan berbicara dengan baik-baik, ketegangan masih berlanjut di dunia maya. Lex Wu nekat menantang Ivan, agar aksi serupa tak terjadi lagi.
"Jangan cuma bisa intimidasi bocah, terus pakai preman. Jangan sampai etnis kita sendiri malah jadi korban dalam hal ini," ungkap Lex dalam unggahan terpisah.
Kasus ini, meskipun sempat berakhir dengan cara kekeluargaan, namun proses hukum akan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama