RADARTUBAN - Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Polri menggeledah sebuah rumah milik terduga teroris di wilayah Sukabumi.
Seorang pria berinisial HJ, 56, ditangkap sebagai terduga teroris di Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat (27/12) lalu.
Menurut informasi yang diperoleh, penggeledahan rumah tersebut dilakukan di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (28/12) dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Proses penggeledahan juga melibatkan tim Inafis.
"Kalau tersangkanya ditangkap bukan di Sukamaju, tapi di Tasikmalaya cuma rumahnya di Sukamaju, kemarin dari Densus, Inafis datang ke rumahnya menggeledah," Sekdes Sukamaju, Hendri Gustiawan saat dikonfirmasi, Minggu (29/12).
Dia menyebutkan bahwa petugas mengamankan setidaknya 32 barang bukti, termasuk pistol beserta peluru, buku-buku bertema radikalisme, serta pulpen berbentuk senjata.
Semua barang bukti tersebut dibawa ke kantor Desa Sukamaju untuk diidentifikasi sebelum akhirnya dibawa oleh petugas.
"Ada 32 barang bukti saya lihat di antaranya sejenis pistol nggak tahu soft gun atau apa, keduanya ada beberapa peluru, adalagi pena kaya tembakan gitu sejenis pulpen tapi tembakan, terus buku-buku tentang jihad, dasar hukum kaya gitu," ungkapnya.
"Kalau kemarin ngobrol dari Densus bahwa dia itu dulunya masuk (jaringan) NII (Negara Islam Indonesia). Jadi kalau disebut bagian tim bagian operasi gitu mah bukan, cuman dia posisinya kalau di birokrasi pemerintahan mah seperti bintang empat posisinya," tambah Hendri.
"Kenapa? Dapat barang-barang kaya gitu mungkin punya pangkat orang ini di kelompoknya, ya semacam bagian gitu. Kalau yang bergerak gitu bukan dia," sambungnya.
Hendri menjelaskan bahwa terduga HJ pindah ke Desa Sukamaju pada tahun 2010 bersama istri dan anak-anaknya. Diketahui, orang tua HJ adalah seorang pensiunan PNS di daerah tersebut.
Selama menetap di Desa Sukamaju, HJ jarang berinteraksi dengan masyarakat karena kerap berada di luar kota. Meski begitu, ia terkadang ikut serta dalam kegiatan kerja bakti bersama warga.
"Jarang di sini, ditambah tertutup jarang berbaur sama warga. Memang itu juga kadang kalau lihat kadang ada kerja bakti ada, cuman nggak tiap hari ada di sini," katanya.
Berbeda dengan sang suami, istrinya justru aktif di lingkungan masyarakat. Bahkan dia mengajar sekolah madrasah.
"Alhamdulillah anak dan istrinya nggak terlibat, kalau hasil kemarin. Kalau istrinya di rumah jadi guru di RA, saya tahu juga kan sering ketemu kalau saya dengan istrinya, suka berbaur, kalau si bapaknya jarang ada di sini, jadi nggak tahu," ucap Hendri.
Selain menggeledah rumah HJ, Densus 88 AT juga dikabarkan melakukan penggeledahan di rumah ibunya yang berada di wilayah Wangunreja. Penggeledahan itu membuat warga setempat panik dan tidak menyangka dengan kejadian tersebut.
Sebagai informasi, Densus 88 Antiteror menangkap seorang pria yang diduga teroris di Tasikmalaya. Penangkapan tersebut dilakukan pada Jumat (27/12) pagi di kawasan Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Terduga teroris itu ditangkap di sebuah rumah warga.
"Benar tadi pagi sekitar pukul 08.00 sampai 08.30 WIB ada kegiatan kepolisian dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di wilayah hukum kami," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Haris Dinzah.
Terduga teroris tersebut ternyata bertamu ke rumah penjual gorengan keliling berinisial U.
"Ya warga kami yang didatangi orang ini jualan gorengan. Keliling, di rumahnya juga berjualan," kata Kepala Desa Jayaratu Rudi Kusmayadi.
Rudi mengungkapkan bahwa terduga teroris tersebut ternyata telah menginap selama beberapa hari di rumah seorang penjual gorengan. Namun, menurut Rudi, hal itu tidak banyak diketahui oleh warga sekitar.
Pemilik rumah, U, sempat dibawa oleh pihak kepolisian setelah penangkapan terduga teroris, namun kini U sudah kembali ke kediamannya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni