RADARTUBAN - Konsumsi minuman keras (miras) oplosan kembali menelan korban jiwa.
Sebanyak 12 orang dilaporkan meninggal dunia setelah menenggak miras oplosan di dua lokasi berbeda, yaitu Bogor Tengah, Kota Bogor, dan Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.
Baca Juga: Diselundupkan di Bawah Karung Kopi, Ribuan Liter Miras Ilegal Dalam Truk di Labuan Bajo Diamankan
Empat Korban Tewas di Bogor
Di Bogor Tengah, empat orang meninggal dunia setelah mengonsumsi miras oplosan di sebuah tempat pencucian motor. Selain itu, satu orang lainnya masih dalam kondisi kritis dan dirawat di RS PMI Bogor.
Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Agustinus Manurung, mengungkapkan bahwa para korban diduga mengonsumsi miras jenis "aseng" yang mereka beli dari sebuah warung dekat Taman Corat-coret.
"Empat orang meninggal dunia, satu dirawat di RS PMI. Mereka mengonsumsi miras jenis aseng yang dibeli dari warung," kata Agustinus, Minggu (9/2).
Para korban yang meninggal dunia adalah MR (meninggal di RSUD Cibinong), H (meninggal di rumah sakit), Y (meninggal di rumah), dan I alias C (meninggal di rumah). Insiden ini bermula dari pesta miras yang dilakukan sekelompok remaja pada Jumat (7/2) malam.
Delapan Korban Tewas di Cianjur
Di Cianjur, delapan orang meninggal dunia setelah mengonsumsi miras oplosan di Desa Kademangan, Kecamatan Mande. Awalnya, korban tewas tercatat empat orang, namun bertambah setelah penyisiran di beberapa wilayah desa tersebut.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Mande, Ipda Helmi, total ada 12 orang yang menenggak miras oplosan ini. Minuman tersebut diketahui mengandung alkohol murni 96 persen.
Korban yang meninggal dunia berinisial G, 29; H, 34; E, 55; S, 35; J, 43; IN, 31; R, 29; dan El, 32. Tiga di antaranya ditemukan tewas di rumah masing-masing.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan ulang bersama tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum terdata. "Kami masih menunggu laporan dari warga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban tambahan," ujar Helmi.
Selain korban meninggal, empat orang lainnya masih dirawat intensif di dua rumah sakit di Cianjur dengan harapan mereka dapat pulih.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang bahaya miras oplosan yang terus merenggut nyawa. Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki asal-usul minuman berbahaya tersebut dan akan menindak tegas pelaku yang menjualnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama