RADARTUBAN – Tindak kekerasan yang melibatkan anak muda di Tuban semakin tak terkendali.
Dalam sepekan ini, polisi meringkus tiga pelaku tindak pidana kekerasan di tiga lokasi berbeda.
Peristiwa pertama terjadi pada Jum’at 8 Agustus lalu. SA, 22, pemuda asal Desa Mrutuk, Kecamatan Widang diduga dalam kondisi mabuk menghajar M, pria yang tidak dikenalnya saat mendatangi bekas tempat pelaku bekerja yang berlokasi di desa setempat.
Semula, pelaku hendak menemui mantan bosnya, namun tidak ketemu. Bukannya balik, pelaku justru membuat onar dan mengamuk hingga melakukan kekerasan terhadap M. Pelaku diringkus polisi pada Rabu (13/8).
Aksi kekerasan kedua terjadi Minggu, 10 Agustus lalu. GF, 19 pemuda asal Desa Maindu, Kecamatan Montong melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya sendiri, PA, hingga terkapar.
Biadabnya, hanya gara-gara ditanya uang kembalian membeli tabung gas elpiji pelaku tega menganiaya ibunya sendiri dengan tangan kosong. Pelaku diamankan polisi di kediamannya pada Selasa (12/8).
Sementara itu, tindak kekerasan yang terakhir dilakukan AS, 22, pemuda asal Kecamatan Plumpang yang melakukan kekerasan terhadap BW, pria asal Kecamatan Soko pada 12 Agustus lalu.
Diduga karena gelap mata melihat kekasihnya ME, 22, dibonceng korban, pelaku nekat menghajar korban hingga tersungkur. Akibat aksinya itu, pelaku dibekuk polisi pada Rabu (13/8).
Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Tuban Ipda Moch. Rudi menyampaikan, sepekan terakhir peristiwa kekerasan yang melibatkan pemuda meningkat, mayoritas pelakunya pria.
"Maraknya tindak kekerasan akhir-akhir ini patutnya menjadi atensi bersama, terutama dalam hal peningkatan perlindungan keamanan bagi masyarakat,’’ ujar dia.
Lebih lanjut dikatakan oleh dia, faktor asmara hingga emosi sesaat menjadi faktor yang paling ditemui jajarannya saat melakukan pengamanan terhadap pelaku kekerasan dalam setahun terakhir.
"Peran orang sekitar juga berpengaruh terharap pola pengendalian emosi masing-masing orang,’’ jelasnya. (an/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni