RADARTUBAN- Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (Kacab) sebuah bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta.
Salah satu tersangka, Rohmat Sukur (RS), diketahui berperan penting dengan menyediakan fasilitas berupa tim pengawas dan tim IT yang khusus mengintai aktivitas korban sebelum aksi pembunuhan dilakukan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa tim IT digunakan untuk memantau keseharian Ilham.
“Dengan begitu, pelaku dapat melancarkan aksi secara lebih terencana dan terorganisir,” ujarnya.
RS berhasil ditangkap di lokasi persembunyian di Ungaran Barat, Semarang, Jawa Tengah, setelah sempat melarikan diri dari rumahnya.
Penangkapan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi kepolisian yang sudah menetapkan 15 tersangka dengan peran berbeda, terbagi dalam empat kelompok: intelektual, penggadaian, penculik, dan eksekutor.
Kelompok terakhir berperan dalam aksi penganiayaan hingga menewaskan korban serta pembuangan jasad.
Korban ditemukan tewas di area persawahan di Kabupaten Bekasi, dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta luka lebam.
Sebelumnya, Ilham diculik saat berada di area parkir sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8).
Polisi menegaskan bahwa RS berperan penting dalam menyediakan dukungan teknis, termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk mengawasi gerak-gerik korban.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif serta hubungan antarpara tersangka.
Kasus ini menunjukkan bagaimana teknologi kini dimanfaatkan pelaku kejahatan, sehingga penguatan pengamanan digital dan penegakan hukum dinilai semakin krusial untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni