RADARTUBAN - Sosok Dwi Hartono digadang-gadang sebagai otak di balik kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta, 37.
Rumah Dwi yang terletak di Jalan Frans, Blok Q1 Nomor 9, perumahan Wisata Gunung Putri, Bogor, kini menjadi sorotan publik dan polisi.
Tetangga Dwi, Rudi, 35, menceritakan aktivitas yang sering terjadi di rumah tersebut.
Rudi mengungkapkan bahwa dirinya jarang sekali melihat sosok Dwi secara langsung selama hampir satu tahun tinggal di lingkungan itu.
Menurut pengamatan Rudi, yang lebih terlihat adalah para asisten rumah tangga yang sering datang dan pergi.
Sekitar pukul 11.00 hingga 11.30 WIB, dua sampai tiga orang sering terlihat membawa nasi kotak untuk kegiatan sosial yang dikenal dengan istilah "Jumat Berkah."
Rumah di nomor 8 yang berdampingan dengan kediaman Dwi juga sangat aktif, dengan plakat bertuliskan "Klan Hartono".
Namun, kegiatan ini terhenti sejak minggu lalu, bertepatan dengan terungkapnya kasus pembunuhan dan pembunuhan tersebut.
Dwi Hartono sendiri adalah seorang pengusaha di bidang pendidikan online dan dikenal juga sebagai motivator bisnis.
Ia ditangkap bersama tiga tersangka lain di Solo, Jawa Tengah, serta satu tersangka tambahan di Jakarta Utara setelah kasus ini didokumentasikan dan disimpan oleh Polda Metro Jaya.
Kasus ini bermula dari pencatatan MIP yang terjadi pada 20 Agustus 2025 di parkiran Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta.
Rekaman CCTV menunjukkan MIP disergap dan diseret ke dalam mobil berwarna putih oleh sekelompok orang.
Mayat MIP ditemukan dua hari kemudian dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta mata dilakban di Bekasi.
Dwi juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Hartono Foundation yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM.
Polisi terus melakukan pengembangan investigasi, telah menetapkan total 15 tersangka dengan peran intelektual, penculikan, dan eksekutor dalam kasus ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni