RADARTUBAN -Viral di media sosial seorang asisten rumah tangga (ART) bersama sang kekasih diduga melakukan tindakan keji yakni mengubur bayi di halaman rumah majikannya di Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.
Kasus tersebut saat sedang dalam proses pengusutan tim Kepolisian Resor (Polres) Gianyar.
”Kami sudah mengamankan sang pacar untuk diinterogasi dan sementara ini ART masih dalam perawatan di rumah sakit,” kata Kepala Polres Gianyar AKBP Chandra Citra Kesuma.
Tim Kepolisian Sektor (Polsek) Sukawati bersama dengan Polres Gianyar, telah membongkar kuburan dari bayi malang tersebut.
Mayat bayi tersebut saat ini telah dievakuasi di Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kedua pelaku mengubur bayi laki-laki tersebut di halaman rumah majikan, setelah melahirkan sang bayi di dalam toilet pada Sabtu (4/10/25).
Pelaku R dibawa oleh sang kekasih menuju salah satu rumah sakit di Gianyar, sementara sang bayi telah dikubur. Pelaku GAA mengaku bahwa bayi tersebut sudah dalam kondisi meninggal setelah dilahirkan.
Menurut pengakuan pihak keluarga majikan, R telah bekerja sebagai pengasuh anak selama lima bulan dan tidak memberi tahu kondisinya tengah hamil.
Saat kejadian sang majikan tidak ada dirumah, dan CCTV sengaja dimatikan oleh R dan GAA.
Pihak keluarga majikan baru mengetahui ada kejadian penguburan bayi setelah dihubungi oleh Kepala Dusun Banjar Puseh I Ketut Arya Suantara dan ditindaklanjuti petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Aiptu Kadek Sukadana.
Sembari menunggu kondisi kesehatan R membaik, GAA masih menjalani proses pemeriksaan. Sedangkan desa adat setempat telah melakukan penyucian di sekitar lokasi kejadian.
Saat ini pihak kepolisian telah menyita barang bukti berupa linggis yang digunakan untuk membuat lubang kuburan, ember, kardus, hingga plastik hitam yang digunakan untuk mmembungkus bayi beserta ari-ari bayi tersebut.(*)
Editor : Yudha Satria Aditama