Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Investasi Bodong Modus Arisan Fiktif Rugikan Korban Rp 2 Miliar di Widang Tuban, Korbannya Puluhan Ibu Muda

Andreyan (An) • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 00:57 WIB
Salah satu korban yang mendatangi rumah LA di Desa Sumberejo, Kecamatan Widang, Selasa (14/10).
Salah satu korban yang mendatangi rumah LA di Desa Sumberejo, Kecamatan Widang, Selasa (14/10).

RADARTUBAN – Satreskrim Polres Tuban masih mendalami dugaan penggelapan uang arisan fiktif sekitar Rp 2 miliar.

Itu setelah Selasa (14/10), puluhan ibu muda yang menjadi korbannya menggeruduk rumah owner arisan berinisial LA, 28, di Desa Sumberejo, Kecamatan Widang.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kanit Pidana Umum  Satreskrim Polres Tuban Ipda Moch. Rudi mengatakan, Selasa (14/10), satuannya menerima laporan dari warga Sumberejo terkait aksi puluhan korban arisan yang menjarah rumah LA.

‘’Setelah kami lakukan pengecekan ternyata tidak ada penjarahan. Para ibu hanya hendak menuntut pengembalian uang,’’ terangnya.

Amarah korban, lanjut dia, sempat memuncak lantaran LA yang diduga membawa uang miliaran rupiah tersebut kabur.

‘’Akhirnya, para korban arisan fiktif tersebut kita arahkan untuk melapor,’’ ujarnya.

Rudi menyampaikan, dari hasil pendataan awal para korban yang jumlahnya sekitar 52 orang, untuk sementara kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar.

Untuk meminimalisasi jumlah kerugian, kata dia, salah satu korban bahkan sempat hendak membawa barang dari rumah terduga pelaku sebagai jaminan.

‘’Dia kita arahkan untuk mengembalikan,’’ ujarnya.

Perwira berpangkat balok satu di pundak itu mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban arisan fiktif tersebut untuk melapor.

‘’Saat ini bukti-bukti dan keberadaan terduga pelaku masih kami selidiki,’’ terangnya.

Sementara itu, Alviana, salah satu korban arisan fiktif itu mengaku kesabarannya telah habis.

Itu karena LA tidak memiliki iktikad baik untuk mengembalikan uangnya senilai ratusan juta yang sebelumnya dijanjikan.

‘’Berkali-kali ditagih, yang bersangkutan tidak pernah merespons pesan yang dikirim. Setelah didatangi rumahnya malah kabur,’’ keluhnya.

Wanita muda asal Desa Penidon, Kecamatan Plumpang itu mengaku bersama korban lainnya tergiur dengan keuntungan yang dijanjikan LA.

‘’Keuntungan yang dijanjikan cukup tinggi. Awalnya arisan ini lancar, namun dua bulan terakhir yang bersangkutan mulai susah dihubungi,’’ tuturnya.(an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #bodong #arisan #polres #Satreskrim #widang