Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Modus Kiai Cabul di Pati, Imingi Santriwati Bisa Sembuhkan Penyakit jika Mau Diajak Berhubungan Badan

Cicik Nur Latifah • Jumat, 8 Mei 2026 | 08:46 WIB
Korban kekerasan seksual oleh Ashari, kiai sekaligus pengasuh Salah seorang korban kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
Korban kekerasan seksual oleh Ashari, kiai sekaligus pengasuh Salah seorang korban kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

RADARTUBAN – Terungkap modus yang diduga digunakan Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati.

Pelaku disebut mengiming-imingi korban bahwa berhubungan badan dengannya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Keterangan tersebut disampaikan Dewi Intan dari Tim Hotman 911 saat mendampingi salah satu korban menemui Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (7/5).

Baca Juga: WNA Korea Ditangkap di Bali Usai Diduga Lakukan Kekerasan Seksual di Gili Trawangan, Terancam 12 Tahun Penjara

Korban Diiming-imingi Bisa Sembuh dari Penyakit

Menurut Dewi, pelaku meyakinkan korban bahwa hubungan badan dapat menghilangkan penyakit fisik maupun penyakit hati.

“Pelaku mengatakan hal itu bisa melunturkan semua penyakit di dalam tubuh korban,” ujar Dewi.

Korban yang didampingi orang tua, penasihat hukum, dan mantan pegawai ponpes juga membenarkan adanya dugaan rayuan tersebut.

Korban Mengaku Mengalami Kekerasan

Selain bujuk rayu, korban disebut mengalami kekerasan apabila menolak permintaan pelaku. Dewi menyebut pelaku diduga kerap memukul kepala korban ketika ajakannya ditolak.

Korban juga mengaku pelaku akan mencari santriwati lain secara bergantian apabila ada yang menolak.

“Jadi seperti itu terus bergilir selama bertahun-tahun,” kata Dewi.

Dugaan Terjadi Selama Tiga Tahun

Dalam kesempatan yang sama, Hotman Paris Hutapea mengatakan dugaan tindakan tersebut berlangsung selama sekitar tiga tahun. Sebagian besar korban disebut masih berusia di bawah umur.

Menurut Hotman, korban mengaku sering melihat pergantian santriwati yang diduga dibawa pelaku ke kamar.

Baca Juga: Kampus Darurat Kekerasan Seksual, Kemendiktisaintek Didesak Munculkan Terobosan Berani Demi Lindungi Mahasiswa

Pelaku Ditangkap Polisi di Wonogiri

Sebelumnya, Ashari sempat buron setelah mangkir dari panggilan penyidik. Tim Satreskrim Polresta Pati akhirnya menangkap tersangka di wilayah Wonogiri yang berbatasan dengan Jawa Timur.

Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi membenarkan penangkapan tersebut. Polisi kini terus mendalami kasus dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati di Ponpes Ndolo Kusumo. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ashari #pondok pesantren ndolo kusumo #berhubungan badan #modus #kekerasan seksual