Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pengakuan Santriwati Bongkar Dugaan Pencabulan Kiai Ashari, Korban Disebut Capai 50 Orang

Cicik Nur Latifah • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:16 WIB
Ilustrasi santriwati (kiri) dan foto penangkapan Kiai Ashari Pati (kanan). (RADARTUBAN/AI)
Ilustrasi santriwati (kiri) dan foto penangkapan Kiai Ashari Pati (kanan). (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN – Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS, 51 di Kabupaten Pati terus menjadi sorotan publik.

Sejumlah santriwati mulai berani angkat bicara dan mengungkap dugaan tindakan pencabulan yang disebut telah berlangsung berulang kali di lingkungan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo.

Pengakuan para korban mencuat dalam podcast milik Denny Sumargo yang menghadirkan korban serta kuasa hukum untuk membahas kronologi dugaan pelecehan tersebut.

Baca Juga: Pelecehan Bukan Hal Sepele: Kenali dan Lawan dengan Cara yang Tpat

Kuasa Hukum Sebut Korban Berasal dari Berbagai Daerah

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengatakan jumlah korban diduga tidak sedikit dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Korban itu banyak, ada dari Jakarta, Kalimantan, dan daerah lainnya,” ujarnya.

Salah satu korban berinisial Tari (nama samaran) mengaku para santriwati sering saling bercerita mengenai pengalaman yang mereka alami selama berada di pesantren.

Korban Disebut Bisa Mencapai 50 Orang

Dalam podcast tersebut, Tari membenarkan dugaan jumlah korban mencapai puluhan orang apabila seluruh korban berani berbicara secara terbuka.

“Kalau mau speak up semua ya, ada sekitar 50 korban,” ungkap Tari.

Ia menyebut angka tersebut juga sejalan dengan data yang dimiliki tim kuasa hukum.

Mengaku Mengalami Pelecehan Berulang Kali

Tari mengaku dirinya mengalami dugaan pelecehan hingga sekitar 10 kali. Ia merasa tidak mampu melawan karena keluarganya sangat mempercayai Kiai Ashari.

“Aku nggak bisa apa-apa karena bapak juga percaya sama situ, bapak juga ngurus di situ,” katanya.

Korban juga sempat mencoba menceritakan kejadian tersebut kepada sang kakak yang juga tinggal di pesantren yang sama. Namun, cerita itu justru sampai kepada pihak pesantren dan berujung pemanggilan terhadap dirinya.

Korban Mengaku Justru Dimarahi

Alih-alih mendapat perlindungan, Tari mengaku dirinya justru dimarahi setelah mencoba mengungkap dugaan perlakuan yang dialaminya.

Menurut pengakuannya, pihak pesantren menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari ajaran tertentu dan mengancam jalur keilmuan korban akan diputus apabila terus bercerita kepada orang lain.

Pengakuan tersebut menambah deretan kesaksian yang menguatkan dugaan adanya pola kekerasan seksual yang berlangsung dalam waktu lama dan melibatkan banyak korban di lingkungan pesantren tersebut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pondok pesantren ndolo kusumo #Kiai Ashari #pelecehan #pati #kekerasan seksual