RADARTUBAN - Warga Pamanukan, Kabupaten Subang, dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah pria tanpa identitas yang mengapung di Sungai Cipunagara, Kamis (14/5) sekitar pukul 14.30 WIB.
Jenazah tersebut ditemukan di sekitar jembatan Cip, Desa Pamanukan, Kecamatan Pamanukan oleh warga sekitar dan segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
Menurut keterangan polisi, setelah menerima laporan, petugas Polsek Pamanukan bersama tim medis Puskesmas Pamanukan langsung menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.
Jenazah yang dalam kondisi mengambang di sungai kemudian dievakuasi dengan bantuan warga dan dievakuasi ke Puskesmas Pamanukan untuk diperiksa lebih lanjut.
Baca Juga: Tim SAR Evakuasi 2 Jenazah Korban Erupsi Dukono, Ditemukan Dekat Kawah
Kapolsek Pamanukan, AKP Udin Awaludin, mengungkapkan bahwa pria yang ditemukan memakai kaus hitam lengan panjang yang bertumpuk tiga, dengan kondisi pakaian yang sobek dan compang‑campur.
Saat ditemukan, jenazah berada dalam posisi terlentang, dengan tangan dan kaki sudah kaku serta tubuh mengalami pembengkakan akibat lama terendam udara.
Tim medis dan pihak kepolisian yang melakukan pemeriksaan menyimpulkan sementara tidak ditemukan tanda‑tanda penandatanganan atau kekerasan pada tubuh korban.
Berdasarkan kondisi dan lokasi penemuan, polisi menduga pria tersebut meninggal setelah terjatuh ke sungai dan hanya terbawa arus.
Menariknya, dalam pemeriksaan saku celana korban ditemukan sejumlah puntung rokok, yang menambah dugaan bahwa korban adalah seorang perokok.
Polisi juga mengindikasikan bahwa pria tersebut diduga mengalami gangguan jiwa, meskipun masih perlu pemeriksaan lanjutan untuk memastikan identitas dan latar belakangnya.
Identitas pria tersebut belum terungkap. Kepolisian setempat mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri‑ciri korban agar segera mendatangi Polsek Pamanukan untuk dimintai keterangan.
Polisi masih melanjutkan penyelidikan guna mengetahui kejadian pasti yang menimpa korban sebelum ditemukan mengambang di Sungai Cipunagara. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni