RADARTUBAN – Tingginya kasus pencurian di awal tahun menjadi sinyal masih banyaknya ruang bagi pelaku tindak kejahatan di di Kabupaten Tuban. Dalam lima bulan terakhir, Satreskrim Polres Tuban mencatat tindak pidana pencurian menjadi kasus yang paling dominan ditemui.
Total sebanyak 12 kasus pencurian yang telah diungkap aparat kepolisian. Rinciannya, 9 kasus pencurian kategori pemberatan, 1 pencurian kendaraan bermotor, 1 pencurian hewan, dan 1 pencurian kategori biasa.
Angka tersebut mengisyaratkan tindak kejahatan konvensional masih menjadi ancaman utama di tengah-tengah masyarakat hingga menjelang pertengahan tahun ini.
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam menyampaikan, faktor ekonomi yang mendesak sering kali membuat beberapa orang bertindak nekat melakukan tindak pencurian. ‘’Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan di wilayah Kabupaten Tuban,’’ tegasnya.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Pencurian Sapi Kian Meresahkan
Dari sederet kasus pencurian yang telah diungkap, beberapa diantaranya masih ada sejumlah pelaku yang tengah dalam proses pengejaran polisi. ‘’Ada beberapa pelaku yang masuk DPO, ada beberapa kasus pula kami lakukan pengembangan lebih lanjut,’’ jelas AKP Bobby.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, masih merajalelanya tindak kejahatan pencurian di awal tahun ini mendorong aparat kepolisian berupaya melakukan peningkatan sistem keamanan di wilayah Kabupaten Tuban, termasuk memasifkan patroli di jam-jam rawan.
Disampaikan mantan Kanit 1 Satreskrim Polrestabes Surabaya itu, selain kasus pencurian, polisi kini juga memberi atensi serius terhadap modus kejahatan di jalanan menyerupai begal yang meresahkan masyarakat.
Menurut AKP Bobby, pola kejahatan semakin beragam dan berkembang di tengah masyarakat. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai ancaman tersebut dan lebih peka dengan kondisi sekitar.
‘’Sesuai arahan pimpinan, jika pun nantinya adanya indikasi perlawanan dari para pelaku kejahatan, kami tidak segan akan melakukan upaya-upaya paksa secara terukur tanpa pandang bulu,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama