Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PMI Asal Aceh dan Bayinya Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia Motif Masalah Utang 

Ika Nur Jannah • Selasa, 23 Juni 2026 | 12:07 WIB
Seorang Ibu dan Anak jadi korban pembunuhan di Malaysia. (Pinterest)
Seorang Ibu dan Anak jadi korban pembunuhan di Malaysia. (Pinterest)

RADARTUBAN -  Seorang pekerja migran Indonesia asal Aceh, berinisial PHA (22), dan bayinya diduga menjadi korban pembunuhan di Sepang, Selangor, Malaysia. 

Dugaan itu disampaikan berdasarkan hasil dari kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) dalam penyelidikan kasus.

Sudirman Haji Uma, Anggota DPD RI asal Aceh, mengonfirmasi kabar yang diperoleh dari atase kepolisian KBRI Kuala lumpur berserta tim Gabungan Aceh Bersatu.

"Dari informasi yang kami terima melalui KBRI Kuala lumpur, laku diduga seorang perempuan warga Malaysia," Ungkap Sudirman 

Baca Juga: Pembunuhan di Rote Ndao NTT Terungkap: Korban Dituduh Pelaku Santet, Jasad Dibuang ke Laut

Pelaku diduga seorang perempuan warga negara Malaysia yang telah diamankan pada (19/6), dan kini menjalani proses hukum di negara tersebut.

"Pelakunya sudah berhasil diamankan pada 19 Juni 2026 yang sedang menjamin proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Malaysia," Tambahnya.

Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma, mengatakan informasi yang diterimanya dari KBRI Kuala Lumpur menyebut pelaku telah ditangkap. 

Korban ditemukan meninggal dunia di tempat kejadian, sementara itu anak korban juga ditemukan oleh masyarakat setempat.

"Sementara itu, anak korbannya diduga masih berumur beberapa hari ditemukan dan dibawa masyarakat setempat ke rumah sakit Klang, dalam keadaan meninggal dunia, dan jenazahnya saat ini berada di rumah sakit Shah Alam," Ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa motif pembunuhan itu diduga berkaitan dengan masalah utang utang.

KBRI Kuala lumpur akan terus bergerak untuk penanganan terhadap korban.

"Untuk kasus ini, KBRI Kuala lumpur mengatakan akan terus mengawal proses penyidikan oleh pihak pdrm, dan berkoordinasi dalam pengurusan jenazah korban," Lanjutnya.

Sudirman Haji Uma, Juga akan memerintahkan Tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) Malaysia untuk membantu proses administrasi dan Jenazah korban.

Biaya Pemulangan Korban Rp 36 Juta

Tak hanya itu kendala juga terjadi pada saat pemulangan jenazah korban, yakni biaya yang sangat besar diperkirakan mencapai Rp 36 Juta 

Berbagai pihak telah berkoordinasi dan membuka penggalangan dana. 

Proses pemulangan jenazah korban juga tengah diupayakan melalui jalur resmi, Pihak DPD RI juga membantu dgar jenazah korban bisa berjalan lancar.

"Insya Allah pemulangan jenazah kita upayakan secara bersama-sama melalui gotong royong antara saya selaku anggota DPD RI, pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, para Datok setempat, peserta warga Aceh yang ada di Malaysia. Semoga uangnya cepat terkumpul dan terasa saat berjalan lancar," Katanya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Pembunuhan #pmi #aceh #Malaysia