RADARTUBAN - Nasib naas menimpa seorang pelajar laki-laki yang duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) kelas 3 berinisial DAB (17), asal Medan Labuhan yang ditemukan tewas usai luka tembakan pada mata kiri.
Kematian remaja itu membuat sang ibu, ayah korban, berserta anggota keluarganya mendatangi Polda Sumatera Utara pada Rabu (22/7) untuk mencari keadilan dan meminta kasus tersebut diusut tuntas.
Ibu korban berinisial IIS (38) mendesak aparat kepolisian segera menangkap Dan menganggap pelaku dibalik tewasnya sang anak sulungnya tersebut.
Selain mengalami luka tembakan di mata kiri, korban juga mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan tubuhnya .
Baca Juga: Bentrok Warga di Adonara Flores Timur, 3 Tewas, 5 Terluka, 20 Rumah Hangus Terbakar
Setelah pemeriksaan laporan selama tiga jam lebih, Ibu korban tak sanggup menahan air mata dan rasa lelahnya saat menceritakan kembali peristiwa tragis yang merenggut nyawa putranya.
"Hati orang tua mana yang tidak hancur melihat anaknya sudah tidak ada. Yang terluka itu mata sebelah kiri. Saya mau keadilan buat anak saya. Saya nggak mau anak saya mati sia-sia," Ungkap Ibu Korban.
Menurut penuturan Ibu korban, insiden yang merengut nyawa pelajar tersebut terjadi pada Sabtu (18/7) dini hari, pukul 02.00 WIB.
IIS yang Tengah tertidur, terbangun saat beberapa teman-teman Korban datang menggedor pintu rumahnya untuk mengabarkan bahwa putranya terjatuh dan menderita luka di kepala.
Selama hidupnya, Korban diketahui tinggal bersama neneknya yang berusia 81 tahun.
Saat menanyakan keberadaan korban, teman-temannya mengatakan bahwa ia telah dibawa ke RS Delima, jalan Yos Sudarso.
Ia pun langsung bergegas menyusul. Namun putranya sudah meninggal dunia saat tiba di sana.
"Setibanya datang ke rumah sakit delima, anak saya sudah tidak ada, meninggal dunia. Ternyata anak saya meninggal di lokasi, karena ketika diantar ke rumah sakit, anak saya sudah tidak ada," Ungkapnya.
Saat memeriksa kondisi jasad putranya, ia menemukan luka parah di bagian mata kiri, luka tersebut diduga akibat tembakan senapan angin.
Ibu korban meminta aparat kepolisian untuk memeriksa saksi yang berada di lokasi kejadian, mengungkap asal tembakan, dan menangkap pelaku, (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni