RADARTUBAN – Kecelakaan beruntun melibatkan satu mobil dan tiga sepeda motor terjadi di Jalan Soekarno-Hatta.
Persinya di simpang tiga Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kamis (10/9) sekitar pukul 14.45 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia adalah Moch Nisfu Ramadhan Putra, 30, warga Dusun Bawi Wetan, Desa Hargorejo, Kecamatan Kerek, Tuban. Korban sempat dibawa ke RSUD Tuban, namun nyawanya tidak tertolong.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Widang Tuban, Pengendara Vario asal Lamongan Jadi Korban Tabrak Lari
Sementara dua korban luka, yakni Wahyu Bagus Pambudi, warga Dusun Mondokan, Kecamatan Tuban, serta Amalya Umami Nahdiyah, 25, warga Perumahan Jenggolo Permai, Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu. Keduanya menjalani perawatan di RS NU Tuban.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tuban Ipda Rizky Dwi Prasetyo menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil Toyota Kijang Innova nomor polisi S 1817 EW yang dikemudikan Muhammad Abdul Wahib, 32, warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu, melaju dari arah utara menuju selatan.
Saat berada di simpang tiga, kendaraan tersebut diduga tidak mematuhi lampu lalu lintas yang sedang menyala merah.
Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Vario nomor polisi S 5979 IS yang dikemudikan Wahyu Bagus Pambudi dengan penumpang Amalya Umami Nahdiyah melaju dari arah timur. Motor tersebut kemudian berbelok ke kanan menuju arah utara.
Tabrakan pun terjadi. Benturan membuat sepeda motor Honda Vario terpental dan mengenai mobil Suzuki AKN nomor polisi B 2028 KIE yang dikemudikan Diana Setiawati, 54, warga Kabupaten Cilacap, dengan penumpang Tiara Anggrini, 27, warga Desa Beji, Kecamatan Jenu.
Apakah pengemudi mobil dalam kondisi mabuk? Rizky menjelaskan ada indikasi hal tersebut. ''Ada indikasi begitu, tapi tes urin negatif," terang dia.
Kecelakaan belum berhenti. Mobil Innova yang dikemudikan Muhammad Abdul Wahib kemudian kembali terlibat benturan dengan sepeda motor Honda Beat nomor polisi S 3826 EAQ yang dikemudikan Moch Nisfu Ramadhan Putra.
Sepeda motor Honda Beat tersebut diketahui melaju dari arah timur dan hendak berbelok ke kiri menuju arah selatan.
Akibat rangkaian kecelakaan tersebut, Moch Nisfu Ramadhan Putra mengalami luka berat dan meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD Tuban.
''Sementara Wahyu Bagus Pambudi dan Amalya Umami Nahdiyah mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di RSNU Tuban,'' terang Rizky.
Total kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 15 juta.
Baca Juga: Kerap Memicu Kecelakaan Maut dan Kuras Rp 40 Triliun, Mengapa Truk ODOL Sulit Ditertibkan?
Dari hasil penanganan awal, polisi menduga faktor manusia menjadi penyebab kecelakaan. Pengemudi mobil Innova diduga tidak mematuhi rambu lalu lintas, khususnya lampu traffic light.
Untuk faktor kendaraan, polisi tidak menemukan persoalan. Sedangkan kondisi alam saat kejadian dilaporkan cerah pada sore hari.
Lokasi kecelakaan merupakan jalan simpang tiga beraspal dengan arus lalu lintas ramai. Di kanan dan kiri jalan terdapat permukiman warga dan lokasi berada di kawasan dalam kota.
Petugas telah mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencari serta mengamankan barang bukti, dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Barang bukti yang diamankan di antaranya kendaraan yang terlibat kecelakaan, surat tanda nomor kendaraan (STNK), dan surat izin mengemudi (SIM). (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban