Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lagu Pujaan Hatiku, Seakan Membawa Jikustik Kembali ke Puncak Tertinggi 1996

Dwi Setiyawan • Selasa, 17 Oktober 2023 | 15:23 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN - Judul lagu Pujaan Hatiku (Alter Version) memiliki makna istimewa bagi grup band Jikustik. Terlebih, di usianya 27 tahun menapaki industri musik dan memasuki era ketiga perjalanan panjangnya.

Hal ini disampaikan Jikustik dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dilansir dari Antara.

Ditulis, hubungan di antara anggota band mengalir begitu alami. Karya yang dihasilkan bukan hanya tentang rekayasa musikalitas semata, tapi juga tentang kenyamanan berkarya bersama dalam sebuah keluarga.


Pujaan Hatiku merupakan single ketiga dari mini album Jikustik Back 4 Good yang akan dirilis bertahap hingga akhir 2023.

"Ada cerita menarik yang belum diketahui oleh para penggemar karya Jikustik. Ketika lagu Pujaan Hatiku selesai saya ciptakan, pernah ada rencana untuk dinyanyikan oleh seorang penyanyi dangdut yang sangat dikenal di kalangan pecinta musik Indonesia. Hal ini karena beberapa bagian dalam lagu ini memiliki nuansa cengkok Melayu yang kental," kata Adhitya Bagaskara, pencipta lagu Pujaan Hatiku.


Dia mengungkapkan, pemberian judul Alter Version tidak hanya menunjukkan makna sebagai versi alternatif, tetapi juga memiliki signifikansi khusus bagi Jikustik yang memasuki era ketiga 2023.

Proses kreatif dalam menciptakan Pujaan Hatiku melalui serangkaian ide kreatif yang memakan waktu. Itu karena karya terbaru tersebut sangat berbeda dari karya-karya sebelumnya yang dikenal dengan melodi dan lirik yang kuat.

Kekhasan suara Icha Aji, vokalis utama Jikustik berhasil mengembalikan karya monumental ini ke akar musik Jikustik serasa 27 tahun lalu.

“Sebagai pencipta lagu, proses menciptakan aransemen dan gaya penyampaian baru dalam lagu Pujaan Hatiku ini begitu memuaskan karena kini lagu ini memiliki nuansa yang sangat berbeda. Saya hampir saja lupa bahwa lagu ini adalah hasil dari karya yang sama dengan yang saya ciptakan sepuluh tahun lalu,” tutur Adhitya Bagaskara.

Carlo, pemain drum Jikustik mengungkapkan, sebagai musisi, seluruh personel Jikustik memberikan yang terbaik dalam setiap karyanya. Khususnya Icha, yang berhasil membawakan lagu ini begitu sempurna, menambahkan nuansa magis yang luar biasa.
‘’Semangat kami dalam Pujaan Hatiku seakan membawa saya kembali ke tahun 1996, di mana mimpi-mimpi kami sebagai musisi berada di puncak tertinggi," ujarnya.(ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Pujaan Hatiku #jikustik #Adhitya Bagaskara #icha aji