Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bintangi Film Budi Pekerti, Prilly Latuconsina Dituntut Mengeluarkan Air Mata dari Mata Kiri

Dwi Setiyawan • Selasa, 31 Oktober 2023 | 18:45 WIB
Prilly Latuconsina harus belajar berakting pada film barunya berjudul Budi Pekerti
Prilly Latuconsina harus belajar berakting pada film barunya berjudul Budi Pekerti

RADARTUBAN- Meski sudah banyak membintangi film dan serial, aktris Prilly Latuconsina harus belajar berakting pada film barunya berjudul Budi Pekerti garapan utradara Wregas Bhanuteja.


Terlebih, pada film tersebut, Prilly harus mempelajari karakter Tita, tokoh yang diperankan. Mulai mempelajari bahasa Jawa, melatih ekspresi wajah, hingga detail syuting.


“Aku mempelajari hal baru sama Kak Wregas dan aku bersyukur banget bisa jadi bagian dari Budi Pekerti ini karena aku ngerasa jadi kayak sekolah akting lagi,” kata Prilly saat ditemui pada acara penayangan perdana film Budi Pekerti di Jakarta Pusat, Senin (30/10), dikutip dari Antara.

Di mata Prilly, Wregas adalah salah satu sutradara yang sangat detail dan kerap memberikan ilmu baru padanya. Karena itu, syuting dapat dijalankannya dengan baik di tengah banyaknya hal yang harus dipelajari.

“Belajar bahasa Jawa tiga bulan, reading, terus reading-nya bukan bareng sama pemain aja, tapi, juga ada sesi berdua sama Kak Wregas. Mempelajari otot muka aku sendiri, banyak banget prosesnya,” tuturnya.


Prilly mengakui mendapat banyak hal berarti selama proses syuting. Hal tersebut sebelumnya belum pernah dialami.

Pada film Budi Pekerti, Prilly dituntut memerankan karakter anak perempuan yang selalu memendam emosinya. Peran tersebut menuntutnya untuk selalu menjaga agar ekspresi wajahnya datar. Dia juga dituntut menunjukkan emosi-emosi tertentu dari setiap adegan, meski tanpa dialog. Sebagai aktris yang sering mendapat karakter perempuan ekspresif, baik dalam berbicara maupun berekspresi, karakter Tita menjadi salah satu karakter menantang bagi Prilly.

“Mungkin kalau pernah nonton film aku sebelumnya, aku biasanya kalau akting tuh ‘meledak’, nangis, ya, nangis, ketawa, ya, ketawa,” kata perempuan kelahiran 15 Oktober 1996 itu.


Prilly menyebut kekuatan peran Tita adalah lebih banyak diam menyimpan perasaannya di dalam dan hanya bisa terbaca lewat mata saja.

 

Wregas juga kerap menuntut Prilly melakukan improvisasi dengan menambahkan detail-detail di beberapa adegan. Permintaan tambahan tersebut cukup beralasan. Wregas dikenal sebagai salah satu sutradara yang detail dalam menceritakan latar belakang karakter atau peristiwa di dalam film-filmnya, baik dari segi pesan semiotik maupun kesesuaian cerita dengan lokasi syuting.

“Ada banyak request menarik, ya, Kak, seperti air mata keluar dari mata kiri aja, terus dialog ini sambil menggigit bibir, abis dialog menelan ludah. Detail-detail itu nggak pernah aku pelajari sebelumnya,” kata Prilly.

Adegan air mata yang hanya keluar dari mata kiri sendiri memiliki pesan yang dalam. Air mata yang hanya keluar dari kiri merupakan pertanda bahwa seseorang sedang mengalami sakit yang luar biasa (batin atau fisik).

Prilly pun mengapresiasi Wregas yang telah sedemikian rupa membuat set penceritaan dengan detail seperti ini. Dia pun menikmati proses syuting yang sebagian besar berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.

“Aku mempelajari banyak hal baru sama Kak Wregas dan bersyukur banget bisa jadi bagian dari Budi Pekerti ini,” kata Prilly.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Wregas #budi pekerti #Prilly #prilly latuconsina #Wregas Bhanuteja