Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Radar Movie - Sekawan Limo: Teka-Teki Hantu di Antara Lima Pendaki

Hardiyati Budi Anggraeni • Jumat, 23 Agustus 2024 | 18:56 WIB
Poster Sekawan Limo
Poster Sekawan Limo

RADARTUBAN - Kisah bermula dari Bagas, yang diperankan Bayu Skak, sedang diundang sebuah podcast. Dalam acara itu, dia menceritakan pengalaman misteri saat mendaki Madyapuro, sebuah nama gunung fiktif yang digambarkan terletak di Kabupaten Malang.

MENDAKI gunung sebenarnya bukan hobi Bagas. Namun, demi menjaga pujaan hatinya, Lenni (Nadia Arina), dia pun mau untuk mendaki Gunung Madyapuro. Mengetahui rencana anaknya, ibu Bagas sempat menyarankan agar membatalkan rencana pendakian tersebut.

Apalagi, pendakian Bagas bertepatan dengan malam satu Suro. Malam yang dipercaya sebagai waktu banyak dedemit akan keluar dan menampakkan wujudnya. Sehingga, bagi sebagian besar masyarakat Jawa tidak disarankan untuk bepergian jauh.

Bagas yang tidak percaya terhadap malam satu Suro tersebut, tetap melanjutkan perjalanan untuk menemani Lenni.

Saat pembelian tiket masuk, sempat keduanya diperingati petugas jaga agar selalu berkumpul dalam berjumlah genap. Mereka juga dilarang menoleh belakang selama pendakian, sesuai mitos yang dipercaya warga.

Sebelum mendaki, Bagas dan Lenni bertemu dengan Dicky (Firza Falaza) yang akhirnya bergabung dalam rombongan. Untuk meyakinkan keduanya, Dicky mengatakan sudah sering mendaki dan bisa menuntun di jalur yang benar.

Namun keduanya teringat peringatan petugas tiket agar rombongan pendakian tidak boleh ganjil.

Bagas dan Lenni kemudian kembali bertemu dengan pria bertubuh tambun bernama Arjuna (Benidictus Siregar) yang juga hendak mendaki hingga puncak.

Dia mengaku terpisah dari kelompoknya. Maka dengan mendaki bersama sampai ke puncak, kemungkinan bertemu temannya akan lebih besar. Setelah berjumlah genap, mereka kembali melakukan pendakian.

Setelah cukup lelah, mereka memutuskan berhenti di pos satu dan mendirikan tenda. Tiba-tiba mereka melihat seseorang dengan tubuh besar sedang duduk di atas batu. Awalnya mereka mengira itu hantu, namun ternyata dia adalah seorang pria bernama Andrew (Indra Pramujito).

Merasa kasihan, mereka kembali melanjutkan perjalanan bersama Andrew. Meski jumlahnya bertambah menjadi lima yang artinya mereka melanggar mitos. Hingga akhirnya mereka mulai menemukan banyak kejadian mistis.

Salah satunya saat uang Andrew yang tiba-tiba berubah menjadi daun dan diteror dengan hantu. Momen ini menjadi perhatian khusus bagi Bagas.

Dia pun mulai memperkirakan bahwa salah satu dari bukanlah manusia, tetapi hantu.

Film ini disutradarai Bayu Skak. Setelah sukses dengan Yowes Ben 1, 2, 3, Final dan Loro Ati. Dia mulai merambah ke genre horor komedi.

Kendati demikian, dia tetap meninggalkan unsur romance yang biasanya jadi genre utama dalam filmnya.

Seakan tak tergoyahkan, Bayu Skak tetap memakai bahasa Jawa dengan subtitle Bahasa Indonesia sebagai ciri khas pada filmnya.

Selama film berlangsung, penonton akan dimanjakan dengan pemandangan pegunungan yang indah.

Film yang dirilis 4 Juli lalu ini masih minus pada bagian akhir film. Penyelesaian permasalahan pada film tersebut terkesan terburu-buru. Setelah menemukan siapa hantu yang sebenarnya, serta jasadnya si hantu.

Adegan dikembalikan ke masa sekarang. Dan berakhir dengan permintaan si hantu yang memberikan persyaratan yang tidak masuk akal, agar bisa kembali ke alamnya. (gi/yud)

Disutradarai: Bayu Skak

Penulis: Nona Ica

Tanggal Rilis Bioskop: 4 Juli 2024

Durasi: 1 jam 52 menit

Pemain:

Bayu Skak, Nadya Arina, Benidctus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Keisya Levronka, Dono Pradana, Bobby Darwin, dan masih banyak lagi.

Rating IMDb: 8,0

Rating Pribadi: 8,0

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#horor komedi #Sekawan Limo #bayu skak