Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lagu Kolam Susu Koes Plus, Realita Kemakmuran Negeri, atau Hanya Khayalan Belaka? Ini Jawabannya

Yudha Satria Aditama • Jumat, 30 Agustus 2024 | 16:00 WIB

 

Lagu Koes Plus Kolam Susu.
Lagu Koes Plus Kolam Susu.

RADARTUBAN - Lagu Kolam Susu karya Koes Plus menggambarkan betapa kaya dan indahnya alam Indonesia.

Akademisi Heru Widoyo dari Binus University Jakarta mengatakan, lirik lagu Koes Plus tersebut mewakili gambaran keragaman flora dan fauna di Nusantara.

Menurut dia, yang dipaparkan Koes Plus tidaklah berlebihan. Mengacu data Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia memiliki keragaman spesies.

Jumlahnya 25.000 spesies tumbuhan dan 400.000 jenis hewan dan ikan. ‘’Itulah yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil,’’ tulisnya pada laman Binus University.

Heru Widoyo juga mengaitkan kedalaman lirik lagu Kolam Susu dengan wilayah strategis Indonesia dengan kekayaan komponen biotik dan abiotic.

Karena secara geografis berada di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki iklim tropis dengan sumber daya tambang yang melimpah.

Indonesia juga memiliki alam yang sangat indah. Nusantara juga menjadi paru-paru dunia karena sepertiga hutan berada di Indonesia.

Apakah melimpahnya kekayaan Nusantara sebagaimana yang digambarkan Koes Plus dinikmati masyarakatnya?

‘’Masih ada saja yang hidup miskin dan berkekurangan, bahkan jauh dari kata layak,’’ tulis akademisi itu mengungkap realita ironi dengan lagu Kolam Susu.

Menurut dia, masih miskinnya sebagian masyarakat Indonesia dipicu karena kurangnya pengetahuan, kemauan, dan aksi dari masing-masing insan.

‘’Karena sumber dari semua yang kita lakukan bermulai dari berpikir,’’ kata dia mendasari pentingnya pengetahuan.

Heru Widoyo menyebut kemauan tak kalah pentingnya. ‘’Kemampuan adalah produk yang dihasilkan dari pengetahuan dan kemauan,’’ urainya.

Begitu juga aksi. Jika setiap individu yang mempunyai pengetahuan dan kemauan, namun tidak disertai perbuatan nyata, maka semua hanya sia-sia.


Berikut lirik lagu Kolam Susu:


Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai, tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai, tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, wuh
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai, tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai, tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Kolam Susu #koes plus #kementerian kelautan dan perikanan