Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengapa Lagu-Lagu Koes Plus Tetap Abadi hingga Sekarang? Fakta Ini yang Diungkap Yon Koeswoyo

Dwi Setiyawan • Selasa, 3 September 2024 | 14:15 WIB
Cover Album Koes Plus volume 1.
Cover Album Koes Plus volume 1.

RADARTUBAN - Mengapa lagu Koes Plus yang diciptakan pada era 1970-an tetap abadi hingga sekarang?

Almarhum Koesyono atau Yon Koeswoyo, mengungkapkan, keabadian karya-karya Koes Plus karena terlahir dari batin yang dalam.

Dia juga mengatakan, terciptanya lagu-lagu Koes Plus murni tanpa embel-embel supaya laku dan dapat duit.
‘’Yang penting enak,’’ ujarnya pada akun YouTube @denidalichannel1914 berjudul Yang Penting Enak.

Menurut dia, sekarang ini mungkin pertimbangan menciptakan lagu untuk untuk kepentingan pasar, supaya laku dan dapat uang.

‘’Kalau dulu, enggak. Supoyo wong enak, supoyo wong seneng, aku yo seneng,’’ ujar vokalis sekaligus pemain gitar grup band Koes Plus itu.

‘’Di atas itu semua, karena karunia Tuhan, makanya jadi abadi,’’ imbuh Yon Koeswoyo.
Dia juga menyampaikan, tema lagu-lagu Koes Plus tidak susah dan lugas.

‘’Kalau memuja tanah air ya memujalah. Kalau mengenai asrama dan cinta-cintaan, tidak cengeng,’’ kata dia.

Kalau lagu tersebut tentang kehidupan, lanjut Yon, maka liriknya lugas. Menasihati dan penuh falsafah. ‘’Nadanya ringan dan tidak mblundek,’’ ujarnya.

Dikutip dari buku 100 Tahun Musik Indonesia karya Denny Sakrie di elibrary.unikom.ac.id, Koes Plus dibentuk pada 1968.

Dalam buku tersebut dikupas, Koes Plus dibentuk setelah grup musik ebelumnya, Koes Bersaudara cukup lama vakum setelah Nomo Koeswoyo, pemain drum mengundurkan diri.
Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, dan Yok Koeswoyo sepakat melanjutkan karier musiknya.

Untuk mengisi kekosongan pemain drum, Murry dipilih menggantikan Nomo Koeswoyo.
Karena satu personel grup musik ini bukan putra Koeswoyo, nama Koes Bersaudara berubah nama menjadi Koes Plus.

Setelah terbentuk, Koes Plus melahirkan album piringan hitam pertama Koes Plus 1.
Lagu pada album perdana tersebut, Sayang, Derita, Kembali ke Jakarta, Dheg Dheg Plas, dan Kelelawar.

Karya pertama Koes Plus tersebut tidak laku di pasaran hingga akhir 1970. Ketika tampil pada Jambore Grup Musik IMK di Istora Senayan, Jakarta, Koes Plus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membawakan lagu-lagu pada album Volume I yang sebelumnya tidak laku.

Di luar dugaan, setelah Jambore Grup Musik IMK, album perdana Koes Plus tersebut laku di pasaran.

Lagu-lagu tersebut begitu populer hingga diputar di radio-radio swasta dan stasiun televisi TVRI.

Sukses dengan album pertama, Koes Plus kembali menelurkan album Koes Plus II.
Album ini berisi lagu, Kisah Sedih di Hari Minggu, Cintamu Telah Berlalu, Pencari Hatiku, Angin, Hujan dan Sweet Memories, Bunga di Tepi Jalan, dan Malam Ini.

Pada album Koes Plus III, lagu-lagunya menggunakan lirik bahasa Inggris. Salah satunya berjudul Why Do You Love Me.

Di tengah kepopuleran grup musik yang menyanyikan lagu berbahasa asing pada 1970-an, Koes Plus tak mau ketinggalan dengan menciptakan sebuah lagu berjudul Another Song For You.

Tidak hanya menyanyikan lagu asing, Koes Plus juga menciptakan lagu dengan aransemen musik lokal pada lagu berjudul Kroncong Pertemuan dan musik etnis topeng Bekasi pada lagu Mari-Mari.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#yon koeswoyo #koes plus #lagu #Koesyono