RADARTUBAN - Belakangan ini, jagat musik dikejutkan dengan kembalinya band ternama Linkin Park, setelah hiatus panjangnya sejak kepergian Chester Bennington.
Lama tak muncul di dunia musik, kini Linkin Park kembali dengan nuansa baru dengan album From Zero, menggandeng Emily Armstrong sebagai vokalis utama mereka.
Hal ini menuai banyak respon yang beragam, khususnya dari fans Linkin Park sendiri.
Sebagian fans menyambut kembalinya band favorit mereka dengan penuh antusias atas nuansa baru yang dibawa Linkin Park bersama Emily, dan sebagian lain menyayangkan keputusan Linkin Park untuk mengganti posisi Chester.
Karakter suara khas Chester yang menghiasi perjalanan panjang Linkin Park melekat dalam telinga para penggemar, membuatnya menjadi ikon bagi band yang berdiri sejak tahun 1996 ini.
Karena itu, tak heran banyak fans tak siap dengan keputusan Linkin Park menggandeng Emily Armstrong untuk mewarisi posisi Chester sebagai vokalis utama dalam band itu.
Mike Shinoda, co-founder dan juga salah satu ikon Linkin Park menjelaskan mengenai alasan Emily Armstrong ditunjuk untuk mengisi posisi vokalis utama.
Dalam sesi interview bersama Jimmy Fallon, Mike mengatakan bahwa keputusan Linkin Park untuk kembali ke panggung dan mengganti vokalis bukan merupakan tujuan awal mereka.
Melainkan keputusan itu merupakan hasil dari para anggota band yang memutuskan untuk lebih sering berkumpul dan mencoba hal-hal yang lebih kreatif.
Mengutip dari laman BBC, sebelumnya, band Linkin Park pernah mencoba beberapa penyanyi baru untuk melihat siapa yang memiliki chemistry yang tepat.
Emily pertama kali diundang untuk uji coba selama tiga hari pada tahun 2019, sampai akhirnya Emily Armstrong resmi direkrut sebagai anggota Linkin Park pada September 2024.
"Saat saya mulai mendengar suara Emily pada lagu-lagu (Linkin Park), otak saya, rasanya seperti pertama kali otak saya bisa menerimanya sebagai lagu Linkin Park," kata Shinoda. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama