Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tak Hanya Irit, Berikut 5 Fakta Menarik Seputar Astrea Grand yang Cocok Bagi Pecinta Klasik

Ahmat Nasirudin • Selasa, 24 September 2024 | 19:00 WIB

 

Potret motor lawas Astrea Grand.
Potret motor lawas Astrea Grand.

RADARTUBAN - Honda Astrea Grand, Salah satu motor tua yang masih digandrungi sampai saat ini. Bukan hanya kolektor, Kalangan Gen Z dan Milenial yang ingin tampil klasik juga ikut memburu motor lawas ini.

Motor bebek yang pernah eksis di tahun 90-an tersebut, kini tak susah lagi untuk dijumpai, di manapun tempatnya pasti banyak berseliweran dengan berbagai modif terbaru maupun dalam bentuk standart pabrikan.

Astrea Grand merupakan keluarga Honda Astrea yang diluncurkan di Indonesia pada tahun 1991, sebelum meluncurkan Astrea Grand, Honda juga pernah meluncurkan seris Astrea Prima tahun 1988 dan series terakhir dari klan Astrea adalah Astrea Legenda yang mulai mengaspal tahun 2004.

Grand, Motor tua bermesin 4-tak dengan kapasitas 97 cc ini, cukup mudah perawatannya. Tak perlu oli samping seperti pada motor lawas bermesin 2-tak.

Meskipun memiliki kapasitas cc yang cukup rendah dibanding motor kekinian. Astrea Grand, tak bisa diragukan lagi perihal performa. Dalam kondisi normal dan standart pabrikan, motor ini mampu digeber hingga 80-90km/jam.


Berikut beberapa ulasan mengenai kelebihan Honda Astrea Grand:

1. Irit dalam konsumsi BBM

Irit merupakan label yang melekat pada Astrea Grand. Bagaimana tidak, begitu efisiennya dalam mengkonsumsi bahan bakar, Motor tua ini mampu menempuh perjalanan 60km/liter.

Dibekali dengan kapasitas tangki kurang lebih 3 liter, motor ini mampu menempuh jarak 180km dalam kondisi fulltank.

Cocok banget untuk yang sering nunda-nunda buat ngisi bensin.

2. Nyaman

Astrea Grand nampaknya memang didesain mengutamakan kenyamanan pengendara.

Bentuk jok yang rata antara pengemudi dengan penumpang, serta dilengkapi dengan busa yang tebal membuat pengendara serasa duduk di atas sofa, empuk dan nyaman.

Shockbreaker juga empuk, baik depan maupun belakang. Memungkinkan pengendara tetap nyaman ketika melintasi jalan berlubang maupun polisi tidur.

Selain itu, posisi tatakan kaki juga selaras dengan posisi badan. Tidak seperti motor-motor sekarang yang tatakan kaki bagi penumpang sedikit menjorok ke depan.

3. Mudah perawatannya

Layaknya pada motor-motor yang lain, perawatan untuk Astrea Grand seperti Ganti oli dan beberapa servise ringan lainnya juga harus rutin dilakukan.

Cek kondisi busi, bersihkan karburator, pengereman serta kelistrikan. Jika semua itu beres, niscaya motor tua ini akan tetap melaju dengan normal. Tak perlu ribet sedia oli samping seperti pada motor dengan mesin 2 tak.

4. Suku cadang melimpah dan cukup murah

Meskipun motor ini sudah tidak diproduksi lagi, namun sparepartnya masih sangat mudah didapatkan. Hampir ada di tiap toko yang menjual perlengkapan onderdil motor.

Bahkan karena motor ini kembali diminati, banyak juga yang me-restok onderdilnya. Memang untuk mencari yang original semakin susah akan tetapi kualitas dari hasil restok juga tak kalah dengan yang asli.

Di samping itu onderdil yang dijajakan di toko-toko perlengkapan motor harganya sangat terjangkau, rata-rata mulai puluhan hingga ratusan ribu saja.

5. Banyak menambah teman baru di jalan

Seperti bentuk pertemanan yang terjadi pada komunitas vespa atau motor lainnya, siapapun asal motornya sama semua adalah teman.

Tak kenalpun ketika berpapasan di jalan akan saling menyapa , minimal saling klakson atau lempar senyum, bahkan membantu ketika ada problem pada motor seperti mogok dsb.

Hal ini, sangat membantu bagi para pemilik motor Grand yang gemar turing jauh. Mereka akan nyaman dan merasa aman ketika turing di manapun.


Meskipun begitu, keniscayaan bahwa Astrea Grand ini motor tua yang berpotensi memiliki banyak masalah pada mesin dan sparepart lainnya tentu tak dapat dihindari.

Seperti yang sering dialami oleh pengguna motor klasik ini, yaitu rangka yang mulai keropos karena termakan usia. Hal tersebut harus mendapat perhatian khusus dari pemilik.

Begitu juga dengan kondisi mesin, yang pasti akan semakin kurang kesehatannya karena faktor pemakaian.

Bayangkan, bisa jadi pemilik motor klasik itu lebih muda usianya dibanding dengan motor yang ditunggangi.

Jika dikategorikan sesuai klasifikasi generasi kelahiran manusia, motor tua ini masuk dalam klasifikasi milenial yang diluncurkan pada kisaran tahun 1991. Sedangkan pemiliknya tak jarang yang lahir pada tahun setelahnya bahkan tahun 2000-an. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Milenial #motor bebek #Gen Z #astrea grand #kolektor #lawas