RADARTUBAN - Narcissistic Personality Disorder NPD atau yang disebut juga dengan narsisme dapat diartikan sebagai suatu gangguan kepribadian.
Ditandai dengan adanya fantasi atau sebuah perilaku yang berlebihan terhadap suatu kesuksesan, kekuatan, kecerdasan, kecantikan, dan cinta, kebutuhan besar untuk dikagumi oleh orang lain serta kurangnya kemampuan untuk berempati.
Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-Fourth Edition seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan NPD jika memiliki 5 dari 9 ciri yaitu merasa paling hebat.
Seringkali memiliki perasa iri hati kepada orang lain, memiliki fantasi secara berlebihan terhadap kesuksesan dan kelebihannya.
Memiliki keinginan untuk dikagumi secara berlebihan, kurang memiliki empati terhadap orang lain, selalu ingin memperoleh keistimewaan, memiliki sikap angkuh, sensitif terhadap kritik, dan memiliki kepercayaan diri secara semu.
Serta memiliki keyakinan secara berlebihan bahwa dirinya memiliki keunikan dan hanya dapat dimengerti oleh orang-orang tertentu.
Seseorang yang narsis cenderung membutuhkan dan ingin mendapatkan validasi dari orang lain.
Mereka cenderung kurang peka terhadap perasaan orang lain. NPD ini dapat menyebabkan seseorang menjadi egois dan kurang mampu berempati dengan orang lain.
Untuk mengatasi orang dengan gangguan NPD dapat dilakukan dengan metode Grey Rock. Grey rock berasal dari Bahasa Inggris yang berarti batu abu-abu.
Sehingga, maksud dari penerapan teori Gray rock mengacu pada tanggapan tidak responsif atau tidak terlalu excited serta memberikan respon seminimal mungkin dan membuat interaksi menjadi tidak menarik.
Yang bisa kita aplikasikan saat berhadapan dengan orang NPD saat bercerita mengenai keistimewaannya cukup dengan memberikan respon jawaban singkat, misalnya “iya”, “oh gitu”, “tidak”.
Selanjutnya batasi diri atau jangan oversharing terhadap kebahagiaan atau prestasi kita, karena hal tersebut bisa membuat mereka merasa tersaingi dan kemungkinan mereka juga akan manipulatif.
Beranikan diri untuk menampilkan ekspresi datar atau memberikan kritik, jika orang dengan gangguan NPD sudah mulai berperilaku toxic atau over on the top, penting bagi kita untuk bilang “stop”, atau “cukup” dan tidak terima dengan perlakuan buruk, kita berhak untuk melindungi diri kita.
Menghilangkan sifat narsistik tidaklah mudah, tetapi jika dilakukan dengan konsisten untuk melakukan yang lebih baik, setiap orang pasti akan menghasilkan kesehatan mental yang baik.
Mulailah untuk menerima kritik dari orang lain, dan menjadikan kritikan sebagai bahan untuk belajar dan berkembang.
Berurusan dengan orang yang memiliki NPD membuat kita stres. Tetapi, dengan menggunakan metode yang tepat kita dapat melindungi diri dan tetap tenang. Setiap orang perlu mendapatkan rasa hormat termasuk diri kita sendiri. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama