Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ternyata, Lagu-Lagu Koes Plus Menginspirasi Seniman Grafis, Ini Karya yang Mengupas

Dwi Setiyawan • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 15:00 WIB
Koes Plus, grup musik legendaris asal Tuban yang karya-karyanya masih eksis hingga saat ini.
Koes Plus, grup musik legendaris asal Tuban yang karya-karyanya masih eksis hingga saat ini.

RADARTUBAN - Lagu-lagu Koes Plus memberikan inspirasi banyak orang. Seniman grafis atau desainer grafis juga ikut meneguk ide dari karya Koes Plus.

Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta mengangkat tugas akhirnya dengan judul skripsi Ilustrasi Lagu Koes Plus dalam Seni Grafis.

Website isi.ac.id mengoleksi skripsi Jawawi Izzuddin Nur setebal 80 halaman tersebut sebagai referensi subjek musik seni grafis Koes Plus.

Dalam abstraksi skripsi tersebut disampaikan; gagasan atau ide merupakan proses awal menciptakan suatu karya seni.

Menurut Poerwadarminta W.J.S, ide adalah rancangan yang tersusun dalam pikiran gagasan.
Kutipan ini menjelaskan bahwa ide merupakan hasil dari sebuah perenungan serta kreatifitas manusia.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi dalam pembuatan karya seni adalah dengan mendengarkan lagu (musik) dan juga merenungkannya.

Pada tugas akhir tersebut, musik Koes Plus menjadi faktor utama yang menginspirasi karena membangun ingatan ataupun kenangan penulis.

Musik sebagai bagian yang tidak terlepaskan dari kehidupan, k merupakan salah satu media yang dapat dijadikan alternatif peningkatan kecerdasan dan pembentukkan moral.

Diungkapkan Jamalus bahwa musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi-komposisi musik yang diungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur– unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur dan ekpresi sebagai satu kesatuan yang utuh.

Skripsi dengan nomor panggilan SG/Jaw/i/2017 tersebut tidak dipinjamkan dan hanya bisa dibaca di ruang skripsi Perpustakaan ISI.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#seniman grafis #koes plus #Institut Seni Indonesia (ISI) #gagasan