RADARTUBAN - Tahukah kamu siapa Ching Shih itu?Dia adalah seorang perempuan biasa yang hidup dalam keterbatasan di wilayah Tiongkok.
Ching Shih lahir dengan nama Shi Yang. Sehari-hari dia bekerja di rumah bordil.
Hidupnya mulai berubah drastis ketika seorang bajak laut ternama yang dikenal dengan nama Zheng Yi menikahinya dan membawanya ke lautan dengan dunia yang penuh darah dan pertempuran.
Lautan Tiongkok adalah salah satu wilayah yang brutal pada awal abad ke - 19.
Lautan itu dipenuhi perompak kejam dan armada-armada perang yang saling bertempur berebut kekuasaan.
Ching Shih mulai hidup di tempat itu ketika menikah dengan Zheng Yi yang seorang bajak laut.
Akan tetapi, tidak lama setelah pernikahan, Zheng Yi tewas secara misterius. Zheng Yi adalah pemimpin armada, biasanya ketika pemimpin tidak ada, armada akan terpecah belah dan mulai melemah, tetapi tidak dengan mereka yang sebutannya Aliansi Bendera Merah.
Ching Shih mengambil alih penuh 1.800 kapal dan lebih dari 70.000 bajak laut dengan kecerdasan dan ketegasannya.
Sesuatu yang bahkan pria tangguh pun belum tentu sanggup untuk melakukannya. Tetapi ia dengan berani mengambil alih semua itu di tangannya.
Untuk mempertahankan kekuasaan itu dan agar tidak goyah, maka ada peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh Ching Shih untuk para bawahannya.
Aturan-aturan ini terdengar kejam, tetapi efektif. Apa saja aturan itu?
1. Setiap penghianat dihukum mati tanpa ampun.
2. Bajak laut yang menyerang Desa yang bersahabat akan dieksekusi di tempat.
3. Hasil rampasan dibagi ketat, 80 persen dimasukkan ke kas armada, sementara 20 persen untuk yang menemukannya.
4. Tindakan indisipliner akan dihukum cambuk, mutilasi, atau eksekusi.
Empat peraturan itu terdengar sangat kejam. Tetapi itulah cara Ching Shih agar kekuasaannya tidak mudah goyah.
Peraturan itu akan mempertegas dirinya, menekankan bahwa tidak ada siapapun yang bisa berkhianat.
Kedisiplinan yang diterapkan oleh Ching Shih menjadikan armadanya memiliki kekuatan tak tertandingi di lautan.
Bahkan, Kekaisaran Tiongkok, Inggris, dan Portugal selalu gagal berulang kali ketika mencoba menumpasnya. Ia telah mendominasi.
Saat pemerintah Tiongkok mulai menyadari bahwa mereka tidak akan pernah menang melawan armada Ching Shih, mereka menawarkan pengampunan resmi kepada Ching Shih dan seluruh pasukannya.
Ching Shih memiliki jalannya sendiri, dia pensiun dengan kekayaan besar, membangun bisnis, dan menjalani hidup dengan tenang hingga akhir hayatnya, tidak seperti bajak laut lain yang berakhir di tiang gantungan.
Ching Shih yang awalnya hanya seorang perempuan biasa, berubah menjadi pemimpin armada bajak laut setelah suaminya tewas secara misterius.
Ini menjadi tanda bahwa meskipun Ching Shih seorang perempuan, ia mampu mengambil alih pasukan sebegitu banyaknya dengan kecerdasan, ketegasan, dan keberaniannya.
Hingga ia pun ditakuti dan menjadi seseorang yang mendominasi.
Menurut kamu, apa jadinya jika peraturan Ching Shih diterapkan di zaman sekarang? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni