Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

7 Teori Konspirasi Ekstrem yang Diyakini Penganut Bumi Datar, dari Dinding Es hingga NASA Berbohong

Siti Rohmah • Sabtu, 31 Mei 2025 | 00:16 WIB
Ilustrasi bumi datar
Ilustrasi bumi datar

RADARTUBAN- Penganut teori Bumi datar tidak hanya mempercayai bahwa planet ini bukan bulat, tetapi juga menyusun beragam keyakinan alternatif yang terdengar mengejutkan.

Keyakinan ini bahkan membuat sebagian dari mereka rela menginvestasikan waktu dan uang untuk membuktikan bahwa seluruh dunia telah tertipu.

Menariknya, banyak penganut teori ini memiliki latar belakang religius yang kuat, yang kerap menjadi dasar keyakinan mereka.

Berikut adalah tujuh teori konspirasi mencengangkan yang diyakini sebagai kebenaran oleh komunitas Bumi Datar.

1. Bumi Berbentuk Cakram

Ini adalah dasar utama dari seluruh teori: Bumi dianggap sebagai cakram datar yang diam, dikelilingi oleh dinding es dan tertutup semacam kubah transparan.

Matahari, menurut mereka, tidak tenggelam melainkan menjauh hingga tak terlihat.

Terkait kapal yang menghilang di balik cakrawala sebagai bukti Bumi bulat, mereka berpendapat bahwa hal tersebut hanyalah ilusi optik, dan dengan alat bantu seperti teleskop, kapal tersebut masih bisa terlihat.

Gravitasi pun dianggap sekadar efek dari percepatan ke atas, bukan gaya tarik.

Baca Juga: Bukan dari Bumi, NASA Bongkar Asal Usul Emas yang Ternyata Berasal dari Luar Angkasa

2. Antartika adalah Dinding Es

Dalam pandangan Bumi Datar, Antartika bukanlah benua di kutub selatan, melainkan tembok es yang mengelilingi cakram Bumi dan menjaga agar lautan tidak tumpah.

Mark Sargent, tokoh populer dalam komunitas ini, menyebut bahwa Perjanjian Antartika mencegah siapa pun menjelajahi area ini secara bebas.

Sebagian bahkan percaya bahwa ada daratan tersembunyi di balik dinding es, meskipun hal ini belum pernah dibuktikan.

3. Matahari adalah Lampu Sorot

Alih-alih bola gas raksasa, Matahari dianggap sebagai sumber cahaya kecil yang melayang rendah, sekitar 3.000 mil dari permukaan Bumi.

Gerakannya melingkar di atas cakram Bumi menciptakan siang dan malam.

Tak hanya itu, Bulan pun disebut sebagai sumber cahaya sendiri, bukan refleksi dari sinar Matahari.

Bahkan, ada yang menyebut sinar bulan memiliki sifat dingin dan beracun.

4. Gerhana disebabkan oleh "Objek Bayangan"

Dalam teori ini, gerhana bukan hasil bayangan Bumi seperti dijelaskan sains modern, melainkan akibat dari keberadaan "Objek Bayangan" misterius yang tidak terlihat oleh mata, namun berada di orbit dekat Matahari.

Objek ini diyakini sebagai penyebab utama gerhana, meskipun tidak pernah teramati secara langsung.

Baca Juga: NASA Menemukan Objek Luar Angkasa Mirip Berlian Raksasa, Ukurannya Lima Kali Lebih Besar Dari Bumi

5. Alkitab mendukung Bumi Datar

Banyak penganut Bumi Datar mengutip ayat-ayat Kitab Suci sebagai dasar kepercayaan mereka, seperti Yesaya 40:22 dan Ayub 38:14.

Mereka menafsirkan ayat-ayat tersebut secara harfiah sebagai bukti bahwa Bumi tidak bulat.

Namun, banyak ahli teologi berpendapat bahwa ayat-ayat itu bersifat puitis dan simbolis.

Mereka menyayangkan interpretasi yang terlalu literal dan menyebut bahwa konteks sastra dan genre harus diperhatikan.

6. NASA Dianggap Berbohong

Teori ini menyebut bahwa badan antariksa seperti NASA telah memalsukan bentuk Bumi dan menciptakan ilusi lewat teknologi canggih.

Mereka percaya bahwa NASA punya kepentingan ekonomi dalam mempertahankan kebohongan ini agar tetap memperoleh dana besar dari pemerintah.

Beberapa bahkan percaya bahwa semua peluncuran roket hanyalah rekayasa di studio, dan tak satu pun benar-benar meninggalkan atmosfer.

7. Pendaratan di Bulan adalah Rekayasa

Karena menganggap NASA berbohong, penganut Bumi Datar juga meyakini bahwa misi pendaratan di Bulan hanya tipuan.

Bukti berupa batu Bulan dari misi Apollo dianggap tidak valid, karena mereka yakin batu tersebut bisa saja berasal dari meteorit yang jatuh ke Bumi.
Ilmuwan menepis klaim ini dengan menjelaskan perbedaan fisik antara meteorit Bulan dan batuan yang dibawa misi Apollo. Meski begitu, teori ini tetap hidup di kalangan Bumi Datar.

Meski keyakinan mereka menuai kritik, satu hal yang bisa dipelajari adalah semangat skeptis dan keberanian untuk mempertanyakan hal-hal yang diterima secara umum. Namun, penting juga untuk siap menerima koreksi jika bukti yang valid telah tersedia, karena di sanalah letak kemajuan pengetahuan dan pemahaman kita.

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#teori konspirasi #bumi datar #Gerhana #nasa #bulan #Dinding es