Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pohon Jati: Simbol Kekuatan, Identitas, dan Kesejatian dalam Sejarah serta Budaya Jawa Kuno hingga Kini

Amaliya Syafithri • Minggu, 1 Juni 2025 | 01:11 WIB
Ilustrasi pohon jati
Ilustrasi pohon jati

RADARTUBAN - Siapa yang tidak tahu pohon jati? Tanaman ini terkenal dimana-mana, terutama sebagai bahan baku pembuatan Rumah atau perabot rumah tangga.

Ternyata, selain memiliki manfaat yang melimpah, pohon ini juga memiliki sejarah, fungsi, bahkan nilai luhur dalam kehidupan.

Menurut catatan sejarah, Pohon jati berasal dari daerah Gujarat, India. Pada mulanya, para pedagang dari Gujarat membawa tanaman jati atau bibitnya ke Jawa.

Raja pada masa itu juga menganggap pohon jati sebagai Pohon suci.

Kemudian pada abad ke-2 masyarakat Jawa membiasakan diri mereka untuk menanam pohon jati di sekitar candi sebagai tanda penghormatan untuk Dewa Siwa.

Meski begitu, belum diketahui bagaimana pemanfaatan kayu jati ini oleh masyarakat Jawa.

Para peneliti menduga bahwa sebelum abad ke-8 masyarakat Jawa telah memanfaatkan kayu jati untuk menjadi bahan baku pembuatan Rumah yang didasari atas kesamaan dari teknik penyusunan rumah-rumah adat Jawa dan teknik penyusunan batu-batu candi.

Penjelasan mengenai pohon jati lebih spesifik dalam serat Centhini. Dilansir dari postingan akun Instagram @omahcantrik, serat Centhini menjelaskan jenis-jenis, watak, dan pengaruh pohon jati terhadap penghuni Rumah maupun bangunan lainnya.

Contohnya pohon jati bercabang tiga diberi nama trajumas yang dipercaya mengundang rezeki.

Biasanya dipakai untuk kerangka rumah di bagian belakang dan ukurannya besar, ada pula sebagai pengeret, blandar, molo dan lain-lain.

Selain itu ada juga pohon jati bercabang 5 yang disebut pendhawa yang dipercaya memiliki watak sangat kuat dan sentosa, sering dimanfaatkan sebagai kerangka pendopo utama.

Jauh sebelum tahun 1200, sejak masa kerajaan Majapahit kayu jati telah diambil dan digunakan untuk membangun armada Laut.

Dengan begitu kayu jati telah menjadi komoditas industri perkapalan meskipun skalanya kecil.

Kayu jati menjadi hal yang istimewa dari Jawa kemudian melegenda dengan munculnya istilah Java teak, yang berawal ketika kerajaan Mataram menyerahkan kekuasaan kepada VOC.

VOC menggunakan pohon jati untuk membangun kapal dagang, kapal perang, dan diperdagangkan menuju kancah internasional.

Secara perlahan mereka mulai mengeksploitasi hutan jati, terutama di pulau Jawa.

Kayu jati juga menjadi salah satu produk tanam paksa selain kopi, gula, katun, dan nila. Sesuatu yang tidak kita duga sebelumnya.

Pengetahuan orang-orang Jawa mengenai kayu jati relatif luas, bahkan mampu untuk membuat klasifikasi berlatar mutu.

Misalnya saja ada kayu jati lengo atau Jati malam yang karakteristiknya keras, berat, halus ketika diraba dan seperti mengandung minyak.

Kayunya berwarna gelap serta banyak bercak dan bergaris.

Selain itu, ada yang namanya Jati sungu. Kayunya berwarna hitam dengan karakteristik padat dan berat.

Ada juga kayu jati doreng yang memiliki karakteristik keras, berkelir loreng hitam seperti menyala.

Terakhir ada kayu jati kapur yang dianggap memiliki karakteristik kurang kuat dan kurang awet.

Nilai Luhur Pohon Jati Bagi Masyarakat Jawa

1. Nama "Jati" memiliki arti "sejati/kesejatian" yang melambangkan kesejatian dan keteguhan hidup.

2. Biji keras menghasilkan kayu yang kuat, memiliki arti bahwa dalam kehidupan ini kita harus memiliki dasar yang kuat supaya kualitas diri menjadi baik.

3. Pohon jati tumbuh di daerah yang kering dan tandus, tetapi mampu menghasilkan kayu yang berkualitas dan luar biasa.

Ini mengajarkan bahwa seburuk apapun sesuatu yang kita hadapi, hendaknya kita harus mempertahankan jati diri menjadi pribadi yang baik.

4. Pohon Jati memiliki proses yang lama untuk menghasilkan kualitas kayu yang baik secara alami.

Ini mengajarkan bahwa seseorang akan menjadi tangguh dengan proses yang bertahap supaya menjadi pribadi yang memiliki kualitas baik.

Nah, itu tadi sejarah, fungsi, dan nilai luhur Pohon jati dalam kehidupan masyarakat Jawa. Apakah kamu tertarik untuk mempelajarinya? (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gujurat #india #pohon jati #pohon suci #jawa #kuat #budaya #dewa siwa