RADARTUBAN - Selama ini kita menyebut simbol jam dengan sebutan-sebutan modern, seperti pagi, siang, sore, malam.
Ternyata kita, khusunya masyarakat di Jawa punya penyebutan tersendiri terhadap Titi Wektu loh.
Namun, masyarakat Jawa modern tidak banyak yang tahu atau mengingat mengenai hal ini.
Apakah kamu penasaran? Simak penjelasan berikut!
1. Pukul 06:00 (Byar)
Byar berarti menga atau terbuka dan padhang atau terang. Waktu byar adalah saat di mana mata telah terbuka, saat bangun tidur sekaligus waktu ketika hari mulai terang.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha? Begini Panduan Lengkapnya
2. Pukul 09:00 (Gumatel)
artinya njalari gatel atau wiwit krasa panas. saat di mana matahari perlahan naik dan baru mulai terasa panas.
3. Pukul 10:00 (Pecat Sawed)
Pecat berarti nguculi (melepaskan) dan sawed merupakan kayu tempat sapi diikat.
Maksud dari melepaskan sapi adalah membiarkan sapi atau hewan peliharaan makan di padang rumput. dalam bahasa Jawa hal ini disebut angon atau menggembala.
4. Pukul 11:00/12:00 (Wisan Gawe)
wisan gawe berarti waktu untuk beristirahat, menyudahi pekerjaan. pada waktu ini termasuk tengah hari di mana orang-orang harus beristirahat dari pekerjaan mereka.
5. Pukul 13:00 (Lingsir Kulon)
waktu saat Matahari mulai menuju ke barat.
6. Pukul 15:00 (Ngasar)
waktu untuk menunaikan ibadah salat ashar.
7. Pukul 17:00 (Tunggang Gunung)
tunggang gunung artinya punggung gunung yang menggambarkan matahari telah terlihat di punggung gunung dalam artian sudah mau terbenam.
8. Pukul 17:30/18:00 (Tibra Layu)
Mengapa disebut tibra layu? Karena pada waktu ini sangat sulit untuk memakamkan orang yang meninggal dengan keadaan hari yang hampir gelap.
Memiliki maksud yang sama dengan wayah surup atau maghriban, ketika matahari terbenam dan waktunya menunaikan salat Maghrib.
9. Pukul 19:00 (Ngisak)
Waktunya mengerjakan salat Isya'.
10. Pukul 20:00/21:00/22:00 (Sirep)
Waktu di mana orang-orang mulai tidur.
11. Pukul 24:00 (Bedug Bengi)
Waktu tengah malam menuju pergantian hari.
12. Pukul 01:00 (Lingsir Wengi)
Waktu malam yang perlahan turun menuju pagi.
13. Pukul 02:00 (Titiyoni)
Titi berarti waktu, sedangkan yoni berarti sakti atau selamat. Waktu ini bisa dikaitkan dengan aktivitas seperti semedi, mendekatkan diri kepada Tuhan, salat tahajud, dll.
14. Pukul 03:00 (Jago Kluruk Sepisan)
Penanda waktu dengan tanda-tanda alam ketika ayam jantan berkokok pertama kali di waktu itu.
15. Pukul 04:00 (Subuh)
Waktunya menjalankan salat subuh.
16. Pukul 04:30 (Jago Kluruk Pindo)
Penanda waktu ketika ayam jago berkokok untuk kedua kalinya.
17. Pukul 05:00 (Jago Kluruk Telu)
Ketika ayam jantan berkokok untuk ketiga kalinya sebagai penanda dari alam.
18. Pukul 05:30 (Saput Lemah)
Waktu ketika matahari mulai terbit, kegelapan mulai diterangi cahaya.
Nah, itulah penyebutan-penyebutan waktu menurut masyarakat Jawa. Cukup unik bukan? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni